Pernah Diusulkan Legislator Kawendra, Presiden Prabowo Dorong Pembentukan Bursa Komoditas Indonesia
Prabowo Subianto Targetkan Berdirinya Bursa Komoditas Nasional per Januari 2027
Beritanara.com – Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis berupa pendirian bursa komoditas milik sendiri. Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit meminta dukungan penuh dari DPR RI agar target tersebut dapat tercapai tepat pada tanggal 1 Januari 2027.
"Rencana kita, dengan dukungan DPR, di 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri," kata Prabowo dalam pidato RUU APBN 2027 di DPR RI dikutip pada Minggu (16/8/2026).
Komoditas Strategis yang Akan Diperdagangkan
Bursa ini dirancang untuk mencakup sejumlah produk unggulan Indonesia di kancah internasional, meliputi kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, serta karet. Pemerintah memandang bahwa sebagai salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas tersebut secara global, Indonesia semestinya memegang kendali lebih besar atas penetapan harga.
"Mereka yang tidak punya komoditas ini, masa mereka yang menentukan harga komoditas itu? Ini tidak masuk akal. Kita yang punya barang, orang lain yang menentukan harganya," ujarnya.
Akar Gagasan: Usulan Kawendra Lukistian di Parlemen
Rencana eksekutif ini sejatinya memiliki benang merah dengan gagasan yang lebih dulu dilontarkan anggota DPR RI, Kawendra Lukistian. Pada Rapat Dengar Pendapat bersama MIND ID dan PT Timah yang berlangsung Kamis (15/5/25), Kawendra sudah menyerukan agar Indonesia tidak ragu membangun bursa komoditas sendiri, terutama untuk segmen logam.
Ia bahkan mencetuskan istilah khusus: "Indonesia Metal Exchange." Dalam pandangannya, keberadaan platform perdagangan domestik akan mengangkat posisi tawar negosiasi Indonesia secara signifikan di pasar internasional.
"Kenapa kita tidak berani membuat bursa baru? 'Indonesia Metal Exchange', ketika kita punya bursa sendiri di sini bargaining position kita jauh lebih tinggi," kata Kawendra.
Kewajaran langkah itu, menurutnya, berpijak pada fakta bahwa Indonesia termasuk negara dengan cadangan dan volume produksi komoditas terbesar di dunia. Dengan porsi yang lebih besar dalam mekanisme penetapan harga, manfaat ekonomi akan mengalir kembali ke pemilik sumber daya maupun pelaku produksi di lapangan.
"Wajar, kita pemilik stok terbesar salah satunya kalau kita punya porsi lebih dalam menentukan harga," katanya.
Fokus pada Manfaat bagi Masyarakat
Kawendra menegaskan bahwa penguatan posisi Indonesia dalam rantai perdagangan komoditas tidak boleh berhenti pada aspek daya tawar di pasar global semata. Kebijakan semacam ini wajib menghasilkan dampak nyata yang kembali kepada masyarakat sebagai pemilik sumber daya alam dan pihak yang selama ini terlibat langsung dalam proses produksi.
"Semuanya untuk apa? Manfaatnya tentu untuk kembali ke masyarakat," tegasnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pernah Diusulkan Legislator Kawendra Presiden Prabowo?Pernah Diusulkan Legislator Kawendra Presiden Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pernah Diusulkan Legislator Kawendra Presiden Prabowo matter?Pernah Diusulkan Legislator Kawendra Presiden Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.