BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Penyebab Konser Kotak di Kota Tua Mendadak Berhenti Terungkap! Ternyata Gara-gara Ini

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By Joseph Rodriguez - beritanara.com

Foto : Joseph Rodriguez - beritanara.com

Penyebab Konser Kotak di Kota Tua Berhenti Mendadak

Beritanara.com – Penyebab Konser Kotak di Kota Tua yang mendadak dihentikan terungkap setelah muncul serbuk berbau menyengat di area depan panggung. Insiden tersebut membuat sejumlah penonton mengeluhkan mata perih dan sesak napas saat pertunjukan berlangsung di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Gangguan terjadi pada hari kedua rangkaian acara. Sebelumnya, kegiatan pada hari pertama disebut berjalan lancar. Situasi berubah ketika bau tidak sedap mulai tercium di tengah kerumunan penonton pada malam hari.

Bau Menyengat Tercium Saat Kotak Tampil

Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra mengatakan bau aneh mulai terdeteksi sekitar pukul 22.45 WIB. Saat itu, penampilan musik masih berlangsung dan banyak pengunjung berada di sekitar panggung.

“Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 WIB ketika bawa lagu tercium bau nggak enak, seperti kentut,” katanya.

Keluhan semakin dirasakan ketika Band Kotak melanjutkan penampilannya. Menjelang pukul 23.00 WIB, penonton yang berada di bagian depan panggung disebut mengalami dampak paling kuat, termasuk iritasi pada mata dan kesulitan bernapas.

Denny menegaskan bahwa benda yang diduga memicu gangguan itu bukan gas air mata. Menurutnya, serbuk tersebut tidak meninggalkan bekas, tetapi menimbulkan bau menyengat serta membuat beberapa pengunjung merasa sesak.

“Kotak terus perform sampai jam 23.00 puncaknya berasa agak pedih mata di area depan dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya,” ujarnya.

Penampilan Dihentikan Demi Keselamatan Penonton

Penampilan Kotak akhirnya dihentikan agar petugas dapat menangani kondisi di sekitar panggung. Tantri Kotak dan personel lainnya mundur dari panggung ketika pengamanan acara mulai mengendalikan situasi.

Keamanan acara bersama unsur tiga pilar membantu pengunjung yang terdampak, terutama mereka yang mengalami sesak napas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kepanikan meluas di tengah kerumunan.

“Tantri Kotak mundur dan berhenti. Security acara langsung mengamankan. Kami bersama 3 pilar mengamankan warga terdampak agar yang sesak napas tertangani,” kata Denny.

Penghentian konser menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan terhadap sumber gangguan. Area di depan panggung menjadi titik yang paling banyak menerima keluhan sehingga petugas memusatkan penanganan dan pengaturan arus pengunjung di lokasi tersebut.

Pria Diduga Membawa Serbuk Diamankan

Penyebab Konser Kotak di Kota Tua berhenti juga berkaitan dengan diamankannya seorang pria yang diduga membawa serbuk tersebut. Setelah pria itu diamankan, petugas melakukan sterilisasi di area konser untuk memastikan kondisi kembali aman.

Proses pengamanan dan pembersihan lokasi berlangsung sekitar 15 menit. Dugaan awal menyebut tindakan tersebut dilakukan untuk memicu keramaian, yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk melakukan tindak kejahatan seperti pencopetan.

“Terduga pelaku diduga ingin buat ramai agar melakukan hal lainnya seperti pencopetan,” tuturnya.

Pria yang diamankan kemudian dibawa ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan diperlukan guna mengungkap asal serbuk, motif tindakan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Pentingnya Respons Cepat di Acara Publik

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya respons cepat saat gangguan terjadi di sebuah acara dengan jumlah pengunjung besar. Bau menyengat, iritasi mata, dan keluhan pernapasan dapat dengan mudah memicu kepanikan jika tidak ditangani secara terarah.

Pengunjung yang mengalami kondisi serupa sebaiknya segera menjauh dari sumber gangguan, mencari area yang lebih terbuka, dan mengikuti instruksi petugas. Orang yang mengalami sesak napas atau keluhan fisik berat perlu segera memperoleh bantuan.

Pihak penyelenggara dan petugas keamanan juga perlu memastikan jalur keluar tetap terbuka, mengurangi kepadatan massa, serta memprioritaskan penanganan bagi pengunjung yang terdampak. Dalam kasus ini, penghentian penampilan menjadi langkah untuk menjaga keselamatan penonton.

FAQ Penyebab Konser Kotak di Kota Tua

Apa yang menyebabkan konser Kotak di Kota Tua dihentikan?

Konser dihentikan setelah muncul serbuk berbau menyengat yang membuat sejumlah penonton mengeluhkan mata perih dan sesak napas, terutama di area depan panggung.

Apakah serbuk tersebut merupakan gas air mata?

Menurut keterangan Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra, benda yang memicu gangguan tersebut bukan gas air mata, melainkan serbuk yang tidak meninggalkan bekas.

Ke mana pria yang diduga membawa serbuk dibawa?

Pria tersebut dibawa ke Polsek Subsektor Pinangsia untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan perannya dalam insiden tersebut.

Related Reading