BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah Siap Bangun Ekosistem Emas, Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian: Berkontribusi Bagi Perekonomian Indonesia

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Charles Williams - beritanara.com

Indonesia Siap Kembangkan Ekosistem Emas untuk Penguatan Ekonomi Nasional

Beritanara.com – Jakarta — Pemerintah tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat sistem moneter domestik melalui optimalisasi cadangan emas tambang yang mencapai 3.600 ton. Elen Setiadi, Deputi Bidang ESDM Kemenko Perekonomian, menegaskan bahwa upaya ini akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Menurut Elen, pembangunan ekosistem emas perlu dilakukan secara menyeluruh, mencakup seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir. Proses ini meliputi produksi, traceability, pemurnian, perdagangan, hingga pengembangan bullion banking yang diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

"Kalau nanti ditambah lagi dengan penguatan cadangan devisa, emasnya BI semakin baik-semakin besar, maka ketika ada guncangan dinamika global, guncangan ekonomi, kita punya stabilizer namanya emas selain cadangan devisa tadi," ujar Elen dalam keterangannya pada Jumat (14/8/2026).

Posisi Indonesia dalam Cadangan Emas Dunia

Hingga saat ini, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia baru mencapai 87,1 ton atau sekitar 7,7 persen dari total cadangan. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral.

Sebagai perbandingan, negara-negara maju memiliki cadangan emas yang jauh lebih besar. Amerika Serikat memimpin dengan 8.133,5 ton, diikuti Jerman sebesar 3.349,5 ton, Italia 2.451,8 ton, Prancis 2.437 ton, dan China 2.346,4 ton.

Produksi dan Regulasi Pertambangan Emas

Meskipun penyerapan belum sebanding dengan negara maju, produksi emas Indonesia telah mencapai kisaran 100 ton per tahun. Namun, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengakui bahwa produksi yang tercatat secara resmi belum sepenuhnya mencerminkan aktivitas emas di lapangan.

"Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya," tegas Tri.

Ke depan, pemerintah akan mendorong penataan aktivitas pertambangan rakyat melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Langkah ini diharapkan membuat aktivitas pertambangan emas lebih tertata dan produksinya dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mengurangi peredaran emas melalui jalur ilegal.

"Mungkin nanti penambangannya lebih dapat dipertanggungjawabkan hasilnya, tidak lari ke mana-mana, ilegalitasnya sedikit," tuturnya.

Merujuk data Kemenko Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Dengan cadangan tambang yang melimpah dan regulasi yang semakin ketat, emas tidak hanya menjadi komoditas tambang, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen keuangan dan aset strategis negara yang mampu mendukung sistem moneter.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah Siap Bangun Ekosistem Emas Deputi?

Pemerintah Siap Bangun Ekosistem Emas Deputi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah Siap Bangun Ekosistem Emas Deputi matter?

Pemerintah Siap Bangun Ekosistem Emas Deputi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.