BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Menkum Minta Masukan Kadin Terkait RUU Kadin dan Izin Perwakilan Kadin Luar Negeri

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By Joseph Rodriguez - beritanara.com

Foto : Joseph Rodriguez - beritanara.com

Kemenkum Libatkan Kadin dalam Pembahasan RUU dan Izin Perwakilan Asing

Beritanara.com – Kementerian Hukum memperkuat koordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk membahas dua agenda yang berkaitan langsung dengan arah dunia usaha nasional. Agenda tersebut mencakup penyusunan Rancangan Undang-Undang Kadin serta permohonan pembukaan kantor perwakilan organisasi pengusaha dari luar negeri di Indonesia.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menilai keterlibatan Kadin penting agar rancangan regulasi baru dapat menjawab kebutuhan pelaku usaha. Masukan dari organisasi dunia usaha dibutuhkan, terutama dalam hal kepastian hukum, kemudahan berusaha, iklim investasi, serta peran Kadin pada masa mendatang.

Pembahasan RUU Kadin masih berlangsung secara intensif di tingkat legislatif. Pemerintah menyiapkan diri untuk terlibat dalam proses itu dengan membuka ruang dialog bagi berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk unsur-unsur di lingkungan Kadin dan pelaku usaha dari beragam sektor.

Masukan Substantif dari Dunia Usaha

Supratman menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin pembahasan RUU Kadin berhenti pada persoalan prosedural. Pemerintah juga berharap terdapat pandangan substantif mengenai bentuk peran Kadin yang paling relevan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas usaha di Indonesia.

“Soal RUU Kadin kita tidak perlu bahas terlalu jauh, kecuali dari sisi proses maksud saya, kecuali mungkin nanti teman-teman dari Kadin ada usulan menyangkut hal-hal yang bersifat substantif. Tentu karena ini menyangkut soal kemudahan berusaha, peran Kadin seperti apa ke depannya,” ujar Supratman, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Keberadaan payung hukum yang jelas dinilai penting karena Kadin memiliki posisi strategis sebagai wadah dunia usaha. Regulasi yang dibahas nantinya diharapkan mampu memberi kepastian mengenai fungsi, ruang kerja, serta hubungan organisasi tersebut dengan pemerintah dan pelaku ekonomi lainnya.

Bagi dunia usaha, kepastian aturan bukan sekadar kebutuhan administrasi. Aturan yang mudah dipahami dan diterapkan dapat membantu perusahaan menyusun rencana bisnis, memperluas jaringan, serta mengambil keputusan investasi dengan lebih terukur. Karena itu, masukan dari pelaku usaha menjadi unsur penting dalam proses pembentukan regulasi.

Dukungan Pemerintah terhadap Peran Kadin

Menkum menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung Kadin sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Peran tersebut berkaitan dengan aktivitas bisnis, pengembangan investasi, hingga penciptaan kesempatan kerja.

Ia menyebut bahwa ketika pembahasan RUU telah berada pada tahap pemerintah dan Presiden menerbitkan surat presiden atau supres, perwakilan Kadin serta anggota luar biasa Kadin perlu dilibatkan dalam forum pembahasan. Keterlibatan tersebut diharapkan menghasilkan pandangan yang mencerminkan perkembangan nyata dunia usaha.

“Dan insyaallah kalau sudah di tangan pemerintah, Presiden sudah mengeluarkan supres, kami tentu Pak Dirjen tolong diundang dengan teman-teman seluruh Kadin ya, dan anggota-anggota luar biasa Kadin yang bisa memberikan insight-insight terkait dengan perkembangan dunia usaha,” tegasnya.

Pembahasan yang melibatkan banyak unsur usaha menjadi relevan karena tantangan setiap sektor tidak selalu sama. Pelaku usaha dapat memberikan gambaran mengenai hambatan yang mereka hadapi dalam kegiatan sehari-hari, termasuk kebutuhan akan regulasi yang lebih pasti dan lingkungan investasi yang kondusif.

Dalam konteks ini, Kadin dipandang bukan hanya sebagai organisasi yang menyuarakan kepentingan bisnis, tetapi juga sebagai mitra dialog pemerintah dalam menyerap dinamika ekonomi. Pertukaran pandangan antara pemerintah dan dunia usaha dapat membantu menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan di lapangan.

Permohonan Kantor Perwakilan Organisasi Pengusaha Asing

Selain membicarakan regulasi dalam negeri, Kementerian Hukum juga meminta pertimbangan Kadin mengenai keinginan organisasi pengusaha asing untuk membuka perwakilan di Indonesia. Isu tersebut memerlukan perhatian karena berkaitan dengan hubungan ekonomi internasional dan kehadiran organisasi bisnis dari negara lain di dalam negeri.

Supratman mengungkapkan bahwa terdapat permohonan dari perwakilan negara sahabat. Duta Besar China disebut telah menyampaikan keinginan agar Kadin China dapat membuka kantor perwakilan di Indonesia. Permohonan serupa juga muncul dari pihak Hong Kong.

“Beberapa waktu yang lalu ada dua utusan, yang pertama Duta Besar China datang ke saya, dan keinginannya Kadin China juga meminta izin untuk membuka kantor di sini, perwakilan. Juga terakhir khusus untuk Hong Kong juga, dan saya minta masukan dari teman-teman Kadin apakah ini boleh kita lakukan dengan pertimbangan-pertimbangan yang... apa namanya, perlu kehati-hatian seperti apa, saya enggak ngerti, gitu,” ungkap Supratman.

Pemerintah menilai keputusan terkait permohonan tersebut tidak dapat diambil secara terburu-buru. Kehadiran perwakilan organisasi pengusaha asing perlu dipertimbangkan dari berbagai sisi, termasuk bentuk kerja sama yang dapat dibangun, tata kelola organisasi, serta dampaknya terhadap ekosistem usaha nasional.

Masukan Kadin menjadi penting karena organisasi ini memahami kebutuhan dan kekhawatiran pelaku usaha domestik. Pertimbangan yang matang dapat membantu pemerintah menyusun sikap yang tetap terbuka terhadap kerja sama ekonomi internasional, namun tetap memperhatikan kepentingan dunia usaha Indonesia.

Dialog mengenai RUU Kadin dan izin perwakilan organisasi pengusaha asing menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi membutuhkan pertemuan antara aspek hukum, investasi, dan kepentingan pelaku usaha. Pemerintah dan Kadin diharapkan dapat merumuskan langkah yang memberi kepastian bagi kegiatan bisnis sekaligus menjaga ruang tumbuh bagi ekonomi nasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Menkum Minta Masukan Kadin Terkait RUU Kadin?

Menkum Minta Masukan Kadin Terkait RUU Kadin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menkum Minta Masukan Kadin Terkait RUU Kadin matter?

Menkum Minta Masukan Kadin Terkait RUU Kadin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.