BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Robert Williams - beritanara.com

Foto : Robert Williams - beritanara.com

Program Poe Ibu Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Garut

Beritanara.com – Delapan belas keluarga di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, kini menempati rumah yang telah diperbaiki melalui gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu. Program gotong royong ini menghimpun kontribusi dari aparatur sipil negara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk membantu warga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni.

Perbaikan tersebut tidak berhenti pada pembenahan tampilan bangunan. Sejumlah rumah turut diperluas dan dilengkapi kebutuhan dasar yang sebelumnya belum tersedia. Pengerjaan selama tiga minggu itu menghasilkan perubahan penting bagi 18 penerima manfaat, mulai dari kondisi lantai dan dinding hingga fasilitas sanitasi serta listrik.

Donasi Seribu Rupiah yang Dikumpulkan Setiap Hari

Pembiayaan renovasi bersumber dari sumbangan ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat. Setiap orang menyisihkan Rp1.000 setiap hari sebagai bentuk partisipasi dalam Poe Ibu. Kontribusi yang nilainya kecil secara perorangan tersebut dikumpulkan menjadi kekuatan bersama untuk membangun hunian yang lebih aman dan manusiawi.

Gerakan ini mengangkat nilai kearifan lokal Sunda, yakni silih asih, silih asah, silih asuh. Nilai tersebut menekankan kepedulian antarsesama, saling menguatkan, dan saling membimbing. Dalam pelaksanaannya, Poe Ibu menjadi ruang bagi para ASN untuk ikut terlibat dalam persoalan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Rumah layak huni memiliki arti yang jauh lebih luas daripada sekadar bangunan dengan atap dan dinding. Keberadaan kamar mandi, saluran sanitasi, listrik mandiri, lantai yang baik, serta perlindungan dari cuaca menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari keluarga. Karena itu, pembenahan yang dilakukan di Girimukti dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar penghuni rumah.

Peninjauan oleh Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menjadi inisiator Poe Ibu, meninjau hasil renovasi tersebut pada Senin, 7 September 2026. Dalam kunjungan itu, ia melihat perubahan pada rumah-rumah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas.

Beberapa unit yang diperbaiki sebelumnya belum mempunyai sarana mandi, cuci, dan kakus atau MCK. Ada pula rumah yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Setelah renovasi, kebutuhan tersebut telah tersedia, termasuk pembangunan septic tank.

“Jadi ini tidak saja hanya renovasi tapi memperluas juga, lalu sebelumnya tidak ada MCK sekarang ada, listrik sekarang mandiri, septic tank juga kita bikin,” tutur KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Pernyataan itu menggambarkan cakupan program yang tidak hanya menambal kerusakan fisik. Penambahan ruang dan fasilitas dasar menjadi bagian dari upaya agar rumah dapat benar-benar digunakan secara layak oleh keluarga penerimanya. Dengan adanya listrik mandiri dan sanitasi yang lebih memadai, penghuni memiliki dukungan yang lebih baik untuk menjalani aktivitas harian di rumah.

Pembenahan Struktur dan Kenyamanan Rumah

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan bahwa pekerjaan renovasi mencakup sejumlah bagian penting pada rumah. Selain pembangunan kamar mandi, perbaikan dilakukan pada lantai dan dinding. Pengerjaan juga meliputi penggantian genting, pemasangan plafon, serta penambahan kaca.

Komponen-komponen tersebut berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan kelayakan hunian. Genting yang baik membantu melindungi bagian dalam rumah dari hujan, sementara dinding, lantai, plafon, dan kaca yang diperbaiki menciptakan ruang tinggal yang lebih tertata. Dalam konteks rumah yang sebelumnya tidak layak huni, pembaruan berbagai elemen sekaligus dapat membawa perubahan yang terasa nyata bagi penghuninya.

Setelah proses renovasi rampung, seluruh 18 rumah dinyatakan telah layak ditempati. Hasil ini memperlihatkan bagaimana pengumpulan bantuan rutin dapat diwujudkan menjadi manfaat yang konkret ketika dikelola untuk kebutuhan warga. Program tersebut juga menempatkan gotong royong sebagai unsur utama dalam penyediaan dukungan sosial di tingkat daerah.

Rasa Syukur dari Penerima Manfaat

Perubahan rumah yang ditempati membawa kebahagiaan bagi Enung, salah seorang pemilik rumah penerima program. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pihak yang telah menyisihkan rezeki untuk mendukung renovasi rumahnya, termasuk kepada Dedi Mulyadi.

“Alhamdulillah bingah teu tiasa nyarios nanaon, hatur nuhun ka Bapak Ibu tos nyumbangkeun rizkina kanggo abdi. Hatur nuhun oge kanggo Bapak KDM,” ucapnya.

Ungkapan Enung menunjukkan arti personal dari perbaikan tersebut. Bagi penerima, rumah yang lebih layak bukan hanya perubahan pada material bangunan, melainkan juga hadirnya rasa aman, nyaman, dan harapan dalam menjalani kehidupan bersama keluarga.

Poe Ibu memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat bertumbuh dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sumbangan Rp1.000 per hari dari ASN Jawa Barat kemudian menjadi bagian dari renovasi 18 rumah di Desa Girimukti. Melalui semangat kebersamaan, program ini menghadirkan fasilitas hunian yang lebih pantas bagi warga yang membutuhkan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Melalui Program Poe Ibu ASN Jabar?

Melalui Program Poe Ibu ASN Jabar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Melalui Program Poe Ibu ASN Jabar matter?

Melalui Program Poe Ibu ASN Jabar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.