BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kementerian LH Ungkap Kualitas Udara Kalteng dan Kalsel Berbahaya Imbas Karhutla

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By Charles Williams - beritanara.com

Foto : Charles Williams - beritanara.com

Kualitas Udara Kalteng dan Kalsel Masuk Kategori Berbahaya Akibat Asap Karhutla

Beritanara.com – Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah daerah menimbulkan dampak serius terhadap kualitas udara. Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, kondisi udara pada Kamis, 17 September 2026, tercatat telah mencapai kategori berbahaya.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari warga, terutama mereka yang berada di kawasan terdampak langsung. Pemerintah terus menjalankan pemadaman di titik-titik kebakaran sambil memperkuat langkah perlindungan bagi masyarakat.

Kategori kualitas udara

Direktur Pelindungan dan Pengelolaan Mutu Udara Kementerian Lingkungan Hidup, Edward N Pakpahan, menjelaskan bahwa penilaian kondisi udara menggunakan pengelompokan yang diatur dalam Peraturan Menteri KLH Nomor 14 Tahun 2021.

Dalam ketentuan itu, kualitas udara dibagi menjadi lima tingkat, yaitu baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya. Klasifikasi tersebut digunakan untuk membantu masyarakat memahami tingkat risiko udara yang dihirup di wilayah masing-masing.

"Untuk Provinsi Kalimantan Tengah dan per hari ini Kalimantan Selatan, itu pada posisi status kualitas udara berbahaya," kata Edward dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Status berbahaya menunjukkan kondisi yang perlu direspons dengan kewaspadaan tinggi. Warga perlu memantau perkembangan kualitas udara, membatasi paparan asap, serta mengikuti arahan yang disampaikan pemerintah daerah dan instansi terkait selama penanganan karhutla berlangsung.

Sejumlah provinsi terdampak penurunan kualitas udara

Selain Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, penurunan mutu udara juga terjadi di beberapa provinsi lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan. Wilayah yang tercatat terdampak meliputi Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, serta dua provinsi di Kalimantan yang kini berada pada tingkat berbahaya.

Kondisi di daerah-daerah tersebut tidak sepenuhnya sama. Ada wilayah dengan udara berkategori tidak sehat, sebagian lainnya sangat tidak sehat, dan ada pula yang telah memasuki tingkat berbahaya. Perubahan kondisi dapat dipengaruhi oleh perkembangan kebakaran, sebaran asap, serta situasi di lokasi terdampak.

Karena itu, masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan informasi umum mengenai karhutla, tetapi juga kondisi udara di daerah tempat tinggalnya. Informasi kualitas udara penting untuk membantu menentukan aktivitas harian, khususnya bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Kelompok rentan diminta lebih berhati-hati

Kementerian Lingkungan Hidup mengimbau warga untuk mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Anjuran ini menjadi semakin penting bagi kelompok usia rentan yang lebih berisiko terdampak paparan asap.

"Untuk bisa mengurangi aktivitas di luar rumah, bahkan lebih intensif di dalam rumah, terutama untuk kelompok usia rentan," ujar Edward.

Dalam situasi udara tidak sehat hingga berbahaya, pembatasan aktivitas luar ruang dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap. Keluarga juga perlu memberi perhatian lebih kepada anggota rumah tangga yang membutuhkan perlindungan tambahan ketika kondisi udara menurun.

Warga yang harus berada di luar rumah sebaiknya tetap mempertimbangkan keadaan udara setempat dan membatasi durasi aktivitas bila memungkinkan. Langkah kehati-hatian diperlukan karena dampak asap tidak hanya dirasakan di sekitar area kebakaran, tetapi juga dapat menjangkau wilayah lain seiring pergerakan sebarannya.

Pemadaman dan perlindungan masyarakat berjalan bersamaan

Pemerintah masih melakukan pemadaman terhadap titik-titik kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut berjalan beriringan dengan langkah untuk mengurangi risiko yang dihadapi masyarakat akibat asap.

Penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman api. Perlindungan warga di kawasan terdampak juga menjadi bagian penting, termasuk melalui penyampaian informasi mengenai kualitas udara dan imbauan pembatasan kegiatan luar ruangan.

Perkembangan kualitas udara perlu terus diperhatikan selama kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya terkendali. Masyarakat di Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur diharapkan tetap waspada terhadap perubahan kondisi di wilayah masing-masing.

Bagi warga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, status berbahaya menjadi penanda bahwa perlindungan diri perlu diprioritaskan. Mengurangi aktivitas di luar rumah, memperhatikan pengumuman resmi, dan menyesuaikan kegiatan harian dengan kondisi udara merupakan langkah yang relevan selama asap karhutla masih memengaruhi wilayah tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kementerian LH Ungkap Kualitas Udara Kalteng?

Kementerian LH Ungkap Kualitas Udara Kalteng is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kementerian LH Ungkap Kualitas Udara Kalteng matter?

Kementerian LH Ungkap Kualitas Udara Kalteng matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.