BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Published Agustus 24, 2026 · Updated Agustus 24, 2026 · By Matthew Thomas - beritanara.com

Foto : Matthew Thomas - beritanara.com

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi

Beritanara.com – Kebakaran melanda Pasar Bintara Bekasi pada Minggu dini hari, 24 Agustus 2026, dan menghanguskan puluhan lapak pedagang di area depan Stasiun Cakung, Kota Bekasi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB itu meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang yang kehilangan sumber penghidupan mereka dalam semalam. Kobaran api dengan cepat menjalar dari satu kios ke kios lainnya sebelum tim pemadam kebakaran Kota Bekasi berhasil menguasai situasi kurang lebih satu jam setelah tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB.

Kronologi dan Respons Pemadaman

Berdasarkan keterangan di lapangan, titik api pertama kali terlihat di bagian depan area pasar, tepat di zona yang berbatasan langsung dengan jalur Stasiun Cakung. Angin malam mempercepat penyebaran api ke lapak-lapak di sekitarnya. Puluhan armada pemadam kebakaran Kota Bekasi dikerahkan ke lokasi dalam waktu singkat. Setelah seluruh titik api padam, petugas melakukan pendinginan untuk mencegah percikan kembali menyala.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan secara resmi. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah insiden dipicu oleh korsleting listrik, kelalaian penggunaan api terbuka, atau faktor lain.

Dampak bagi Pedagang dan Keluarga

Mulyanto, suami dari seorang pedagang di Pasar Bintara, menjadi salah satu korban langsung dari kebakaran melanda Pasar Bintara Bekasi ini. Ia menyaksikan lapak dan seluruh dagangan istrinya hangus tanpa tersisa satu pun barang. Dalam kondisi emosional, Mulyanto mengaku hanya bisa pasrah dan merasa tertekan menghadapi kerugian yang tak terduga.

"Dampak dari kebakaran ini yang pasti mengalami kerugian materiil dan perasaan juga menjadi tidak tenang, mungkin karena tertekan juga."

Ia juga menyampaikan kebingungannya atas musibah yang menimpa kawasan yang sudah lama mereka tempati sebagai tempat berdagang.

"Saya juga bingung apa ini musibah karena tidak tahu dan kita juga tidak bisa menduga-duga."

Estimasi Kerugian dan Jenis Dagangan

Istri Mulyanto, Ema, berjualan barang perabot rumah tangga, seragam sekolah, serta pakaian lainnya. Lapak mereka terletak di bagian paling depan area pasar, sehingga menjadi salah satu titik yang paling terdampak langsung oleh kobaran api. Menurut estimasi awal yang disampaikan Mulyanto, kerugian untuk kategori seragam sekolah saja diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta, sementara perabot dalam jumlah lebih sedikit turut hangus.

"Untuk belanja terakhir saya kurang tahu, tapi total kerugian lumayan. Kalau jumlah barang dagangan lumayan. Untuk seragam itu diperkirakan bisa Rp100 juta, mungkin untuk perabot sedikit dan yang banyak seragam sekolah karena satunya bisa Rp80 ribu."

Para pedagang yang terdampak kini menghadapi tantangan ganda: kehilangan modal dagang sekaligus kehilangan tempat berjualan sementara. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pembukaan kembali pasar atau program bantuan darurat dari pemerintah daerah.

Insiden Sebelumnya di Lokasi yang Sama

Mulyanto mengaku tidak menyangka kebakaran akan kembali terjadi di tempat yang sama. Sekitar awal Mei 2026, insiden serupa pernah melanda area belakang Pasar Bintara, namun skalanya jauh lebih kecil dan hanya melahap sekitar tiga lapak. Pedagang yang terdampak pada kejadian empat bulan lalu juga sempat mengalami kerugian materiil dan tekanan psikologis. Berulangnya peristiwa di lokasi yang sama memicu pertanyaan di kalangan pedagang mengenai standar keselamatan dan pencegahan kebakaran di kawasan pasar tradisional.

FAQ: Informasi Praktis bagi Pedagang dan Warga

Apakah pasar sudah dibuka kembali setelah kebakaran? Belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal pembukaan kembali. Pedagang disarankan memantau informasi dari pengelola pasar atau pemerintah Kota Bekasi melalui kanal resmi.

Apakah tersedia bantuan darurat bagi pedagang terdampak? Sejauh ini belum ada informasi resmi tentang program bantuan. Pedagang dapat menghubungi kelurahan setempat atau Dinas Perdagangan Kota Bekasi untuk menanyakan ketersediaan bantuan logistik atau modal pemulihan.

Bagaimana pedagang dapat mencegah kebakaran serupa di masa depan? Langkah praktis meliputi: memastikan instalasi listrik lapak dalam kondisi baik, tidak menumpuk bahan mudah terbakar di dekat sumber panas, menyediakan APAR di area dagang, serta mengikuti sosialisasi keselamatan yang diselenggarakan pengelola pasar.

Di mana pedagang dapat melaporkan kerugian untuk keperluan klaim atau bantuan? Pelaporan dapat dilakukan melalui kelurahan setempat, Dinas Perdagangan, atau posko bantuan darurat yang biasanya didirikan oleh pemerintah daerah setelah insiden besar. Simpan dokumen bukti kepemilikan barang seperti foto, nota pembelian, atau daftar inventaris untuk mempercepat proses verifikasi.

Related Reading