BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah Jadi Penentu dalam Memilih Pemimpin Terbaik di Muktamar ke-35 NU

Published Agustus 25, 2026 · Updated Agustus 25, 2026 · By Charles Lopez - beritanara.com

Foto : Charles Lopez - beritanara.com

Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah Kunci Muktamar NU

Beritanara.com – Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah menjadi sorotan utama menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dalam pernyataan yang disampaikan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin (24/8/2026) malam, Idrus Marham—Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN)—menegaskan bahwa pengurus wilayah dan cabang memegang peran penentu dalam memilih pemimpin terbaik organisasi. Pernyataan tersebut memicu diskusi luas di kalangan Nahdliyin mengenai arah tata kelola NU ke depan dan mekanisme demokrasi internal yang sehat.

Konteks Muktamar ke-35 dan Urgensi Pemilihan Pemimpin

Muktamar merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama, tempat seluruh elemen organisasi berkumpul untuk menetapkan kebijakan strategis dan memilih kepemimpinan periode berikutnya. Bagi Idrus Marham, forum ini bukan sekadar ritual organisasi, melainkan momentum krusial yang menentukan apakah NU mampu merespons tantangan sosial, ekonomi, dan politik era kontemporer. Ia menekankan bahwa figur pemimpin yang terpilih harus adaptif terhadap dinamika masyarakat sekaligus mampu menjaga independensi organisasi dari intervensi kekuatan politik eksternal yang dapat mengaburkan misi keumatan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar proses pemilihan tidak didominasi oleh kelompok pragmatis yang lebih mengutamakan kepentingan jangka pendek. "Jangan sampai yang terjadi pengurus mau diurus, jangan sampai nanti pengurus itu justru pada kelompok yang cenderung pragmatis," ujarnya. Peringatan ini ditujukan agar mekanisme pemilihan kembali berpihak pada substansi kompetensi dan visi jangka panjang, bukan pada manuver politik internal yang mengorbankan kepentingan jutaan anggota di akar rumput.

Kecenderungan Politik Internal dan Peran Penentu Pengurus Wilayah

Idrus Marham turut menyoroti fenomena yang ia amati belakangan ini: sejumlah pengurus NU secara personal tampak lebih menonjolkan sikap politik ketimbang figur dari partai politik itu sendiri. Kondisi tersebut, menurutnya, mengaburkan identitas organisasi dan berpotensi memecah konsensus internal yang selama ini menjadi kekuatan utama Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, ia menegaskan kembali bahwa penentu utama dalam pemilihan pemimpin harus dikembalikan kepada pengurus wilayah dan cabang sebagai representasi langsung dari basis massa organisasi.

"Ini yang kira semua itu akan kita

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah Jadi?

Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah Jadi matter?

Idrus Marham Sebut Pengurus Wilayah Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.