BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hujan Gas Air Mata dan Batu Warnai Bentrokan Aparat dan Massa Pendemo di DPR RI

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Elizabeth Jones - beritanara.com

Foto : Elizabeth Jones - beritanara.com

Kericuhan di DPR RI: Gas Air Mata, Batu, dan Pembakaran Pos Polisi Warnai Aksi Tuntut RUU Perampasan Aset

Pembubaran Paksa di Depan Gedung DPR

Beritanara.com – Malam Kamis (27/8/2026) di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, ditutup dengan tindakan pembubaran paksa oleh aparat kepolisian terhadap massa pendemo yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Sebelum perintah pembubaran itu turun, para pengunjuk rasa yang masih bertahan di lokasi mulai melakukan aksi bakar-bakaran saat gelap mulai menyelimuti jalanan.

Kebanyakan peserta aksi mengenakan pakaian berwarna hitam pekat dan sesekali menyalakan kembang api di tengah kerumunan. Sementara itu, personel kepolisian yang masih berada di dalam gedung tampak menahan diri dan belum bergerak keluar.

Kira-kira pukul 19.00 WIB, barisan aparat akhirnya keluar dan membentuk formasi di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Mobil water canon turut dikerahkan untuk menyemprotkan air ke arah kerumunan. Massa yang semula bertahan pun berhamburan melarikan diri, dan aparat perlahan bergerak mendekat untuk membubarkan sisa pengunjuk rasa.

Pos Polisi di Bawah Flyover Slipi Dibakar

Kericuhan tidak berhenti di area DPR. Di sisi lain, sebuah pos polisi yang terletak di bawah Flyover Slipi, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, menjadi sasaran amukan massa pada Kamis (27/8/2026). Mayoritas peserta yang mengerubungi pos tersebut adalah remaja. Sebelum api menyala, mereka melemparkan batu hingga kaca pos polisi pecah berantakan.

Saksi Mata: Royyan (25) Ceritakan Detik-Detik Pembakaran

Seorang warga bernama Royyan, berusia 25 tahun, mengaku menyaksikan langsung proses pembakaran pos polisi itu. Ia menuturkan bahwa di sekitar lokasi memang terdapat segerombolan pelajar yang ikut terlibat.

"Saya tiba di situ (pos polisi) lagi proses pembakaran," kata Royyan di lokasi kejadian, Kamis (27/8/2026).

Menurut Royyan, setelah api membesar, kepolisian langsung menembakkan gas air mata guna membubarkan massa yang dinilai sudah tidak kondusif.

"Terus gas air mata langsung meletus, massa langsung lari. Saya juga lari takut ketangkap," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kerumunan berlarian ke arah Penjompongan dan Palmerah. Sebagian sempat mencoba kembali ke arah lampu merah, namun situasi akhirnya mereda dan massa membubarkan diri.

Hujan Gas Air Mata hingga Malam di Flyover Petamburan

Di kawasan Flyover Petamburan, Jakarta Barat, aparat kepolisian membalas lemparan berbagai material dari massa dengan menembakkan gas air mata secara berulang hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Pasukan huru-hara yang berjalan memukul mundur kerumunan turut menjadi sasaran hujan batu dan benda-benda lain dari pihak yang bukan lagi berasal dari kelompok mahasiswa.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Hujan Gas Air Mata dan Batu?

Hujan Gas Air Mata dan Batu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hujan Gas Air Mata dan Batu matter?

Hujan Gas Air Mata dan Batu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.