BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gerak Cepat Pulihkan Dokumen Warga Pascagempa Manggarai, Ditjen Dukcapil Kemendagri Jangkau Pelosok Waeri’i

Published Agustus 28, 2026 · Updated Agustus 28, 2026 · By Susan Moore - beritanara.com

Foto : Susan Moore - beritanara.com

Tim Pusat Kemendagri Bawa Layanan Adminduk ke Desa Longko, Waeri'i, Pasca-Gempa Manggarai

Beritanara.com – Retakan tanah dan kabut debu masih membekas di jalur perbukitan yang menghubungkan Desa Longko, Kecamatan Waeri'i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Guncangan gempa yang melanda wilayah itu meninggalkan lebih dari sekadar kerusakan fisik—ia juga merenggut dokumen kependudukan milik ribuan warga.

Bagi masyarakat pedalaman Manggarai, kehilangan Kartu Keluarga, KTP-el, atau akta kelahiran berarti kehilangan akses terhadap hampir seluruh layanan publik: jaminan sosial, bantuan pemulihan bencana, pendidikan, kesehatan, hingga transaksi perbankan. Tanpa dokumen tersebut, hak-hak keperdataan warga praktis lumpuh.

Operasi Hari Ketiga: Menjemput Bola di Tengah Medan Sulit

Kondisi medan yang berat dan keterbatasan waktu pascabencana tidak menjadi penghalang bagi tim gabungan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Pada Rabu (26/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 15.50 WITA, posko darurat di halaman kantor Desa Longko dipadati warga yang mengantre untuk penggantian atau penerbitan ulang dokumen mereka.

Tim tanggap bencana pusat ini dipimpin langsung oleh Handayani Ningrum, Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Ditjen Dukcapil. Misi mereka bukan sekadar hadir, melainkan melengkapi peralatan kerja dan personel pendamping agar aksi cepat tanggap Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai dapat berjalan maksimal.

"Pelayanan di hari ketiga ini dipusatkan di Desa Longko, Kecamatan Waeri'i, mulai pukul 09.00 hingga 15.50 WITA. Kami memastikan setiap warga terdampak bencana yang dokumennya rusak atau hilang bisa mendapatkan gantinya saat itu juga tanpa kerumitan prosedur," ujar Handayani Ningrum dalam keterangannya dikutip Jumat (28/8/2026).

188 Dokumen Tercetak dalam Tujuh Jam

Di bawah koordinasi teknis tim gabungan, mesin cetak cepat KTP-el dan perangkat komputer perekaman biometrik beroperasi tanpa jeda sepanjang durasi pelayanan. Sebagian besar warga yang datang adalah petani lokal yang datang untuk mengganti dokumen rusak atau menerbitkan dokumen baru.

Hasilnya: dalam kurun waktu tujuh jam di Desa Longko, tim berhasil menerbitkan total 188 dokumen kependudukan. Rinciannya mencakup 59 lembar Kartu Keluarga, 59 keping pencetakan ulang KTP elektronik, 23 perekaman biometrik KTP-el baru, 35 Kutipan Akta Kelahiran, 8 Akta Perkawinan, 2 Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI), 1 Akta Kematian, serta 1 penggantian foto pada KTP-el.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Gerak Cepat Pulihkan Dokumen Warga Pascagempa?

Gerak Cepat Pulihkan Dokumen Warga Pascagempa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gerak Cepat Pulihkan Dokumen Warga Pascagempa matter?

Gerak Cepat Pulihkan Dokumen Warga Pascagempa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.