BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok Ditemukan Radius 2-3 Kilometer dari Lokasi Penemuan Pertama

Published Agustus 23, 2026 · Updated Agustus 23, 2026 · By Charles Williams - beritanara.com

Foto : Charles Williams - beritanara.com

Potongan Betis Korban Mutilasi Depok Muncul di Kali Grogol

Beritanara.com – Penyelidikan kasus pembunuhan berdarah di Depok kembali mencatat perkembangan baru. Dua segmen tubuh berupa betis kanan dan kiri milik korban berinisial K (51) berhasil dievakuasi dari aliran Kali Grogol, Kota Depok, Jawa Barat. Lokasi temuan tersebut berada pada jarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari titik awal penemuan jasad.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi temuan itu pada Sabtu (22/8/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah proses pencocokan forensik untuk memastikan kedua potongan tersebut memang berasal dari korban mutilasi yang sudah teridentifikasi.

"Beberapa hari kemarin sudah ditemukan potongan tubuh menyerupai betis. Ini ditemukan radius 2-3 kilometer dari TKP awal pada saat ditemukan penemuan oleh masyarakat. Sekarang saatnya adalah melakukan pencocokan apakah betis yang ditemukan merupakan bagian potongan tubuh kejadian mutilasi yang sudah diungkap."

Hermanto menambahkan, upaya pencarian sisa bagian tubuh lainnya masih berlangsung secara intensif.

Jejak Kasus: Dari Karung Sampah hingga Tersangka

Benang kasus ini pertama kali tersingkap pada 24 Juli 2026, ketika sebuah karung ditemukan tergeletak di sepetak tanah kosong di Depok. Namun, baru pada 4 Agustus 2026 warga setempat berinisiatif membakar karung itu karena mengira isinya sekadar sampah. Api justru membongkar kenyataan mengerikan: karung tersebut memuat potongan mayat.

Setelah laporan masuk ke kepolisian, proses identifikasi, olah tempat kejadian perkara, serta pemeriksaan saksi dan barang bukti dilakukan secara beruntun. Rangkaian penyelidikan itu pada akhirnya mengerucut pada satu nama: Saepul, pria berusia 26 tahun.

Saepul diringkus saat sedang melarikan diri di Pandeglang, Banten, pada 5 Agustus 2026.

Kronologi Menurut Tersangka

Berdasarkan keterangan yang diberikan Saepul, ia dan korban K pertama kali terhubung melalui media sosial. Keduanya kemudian menyepakati pertemuan di kontrakan milik Saepul. Pertemuan itu berujung pertengkaran yang berujung pada pembunuhan disertai mutilasi.

Saepul mengaku memotong jasad korban karena kesulitan membawa seluruh tubuh keluar dari kontrakan. Potongan-potongan tubuh kemudian dibuang di tanah kosong, sementara kedua bagian kaki dilempar ke aliran sungai di kawasan Pitara, Depok.

Motif di balik aksi kejam itu, menurut hasil penyidikan, berakar pada faktor ekonomi. Saepul ingin menguasai sepeda motor milik korban.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok?

Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok matter?

Dua Bagian Kaki Korban Mutilasi Depok matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.