BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak saat Meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Charles Lopez - beritanara.com

Foto : Charles Lopez - beritanara.com

Delapan Orang Masih Dicari Setelah Speedboat Putus Komunikasi di Selat Sunda

Beritanara.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Kamis, 10 September 2026. Mereka menumpangi sebuah speedboat dari Carita, Pandeglang, Banten, untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi di kawasan perairan Selat Sunda.

Di dalam kapal tersebut terdapat lima jurnalis serta tiga kru perjalanan. Kelima jurnalis itu ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang bekerja sebagai jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu. Hingga pencarian terus diperluas, seluruh penumpang speedboat itu masih menjadi fokus penyisiran tim gabungan.

Berangkat dari Carita pada Senin Siang

Rombongan memulai perjalanan dari Dermaga Pagedongan, Carita, sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 7 September 2026. Tujuan mereka adalah perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau, lokasi yang hendak didatangi untuk mendapatkan gambar dan informasi terkait aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Sebelum kapal meninggalkan dermaga, suasana keberangkatan sempat direkam dalam video. Lima jurnalis terlihat berada di atas speedboat putih sambil menyapa ke arah kamera. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu momen terakhir yang memperlihatkan rombongan sebelum komunikasi terhenti.

Perjalanan mereka juga sempat terpantau setelah bertolak dari Carita. Pada pukul 14.42 WIB, M. Bagus Khoirunnas masih berkomunikasi dengan seorang rekannya di Lampung. Dalam percakapan tersebut, Bagus menyampaikan posisi rombongan ketika berada dalam perjalanan.

Foto Gunung Menjadi Jejak Komunikasi Terakhir

Beberapa jam setelah keberangkatan, kontak dengan speedboat mulai tidak dapat dilakukan. Salah satu informasi terakhir yang diketahui berasal dari Heriyanto. Pemandu kapal itu mengirimkan foto Gunung Anak Krakatau ke sebuah grup WhatsApp sekitar pukul 18.13 WIB.

Setelah foto tersebut terkirim, tidak ada lagi kabar yang diterima dari Heriyanto maupun tujuh orang lain di dalam speedboat. Putusnya komunikasi membuat operasi pencarian diarahkan untuk menelusuri kemungkinan jalur perjalanan rombongan dan wilayah perairan di sekitar gunung.

Waktu pengiriman foto itu menjadi bagian penting dalam rangkaian informasi terakhir sebelum hilang kontak. Dari titik keberangkatan di Carita hingga kawasan tujuan di sekitar Anak Krakatau, perjalanan laut melintasi perairan Selat Sunda memerlukan pemantauan yang cermat, terutama ketika rombongan berada di area aktivitas gunung api.

Penyisiran Diperluas di Sekitar Anak Krakatau

Tim SAR telah melakukan pencarian di sejumlah pulau yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Upaya tersebut melibatkan kapal perang milik TNI Angkatan Laut dan ratusan personel gabungan untuk memperluas sektor penyisiran.

Pencarian di laut tidak hanya bergantung pada satu titik terakhir yang diketahui. Tim perlu memperhitungkan rute keberangkatan, waktu komunikasi terakhir, serta area perairan yang kemungkinan dilalui speedboat. Karena itu, perluasan area pencarian menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kapal dan seluruh penumpangnya.

Keberadaan delapan orang dalam satu speedboat juga membuat informasi mengenai susunan rombongan menjadi krusial. Selain lima jurnalis yang menjalankan tugas liputan, tiga orang lain memegang peran langsung dalam pelayaran: kapten kapal, anak buah kapal, dan pemandu yang memahami perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Peliputan di Tengah Aktivitas Vulkanik

Perjalanan rombongan dilakukan untuk mendokumentasikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kawasan gunung api tersebut berada di perairan Selat Sunda, sehingga peliputan tidak hanya berkaitan dengan pemantauan kondisi gunung, tetapi juga perjalanan laut menuju area sekitarnya.

Bagi publik, peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi pekerja media dan kru pendukung ketika menjalankan tugas di lokasi dengan kondisi alam yang dinamis. Dokumentasi visual, informasi posisi, serta komunikasi yang sempat dilakukan selama perjalanan kini menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian.

Hingga Kamis, 10 September 2026, fokus utama tetap tertuju pada penyisiran untuk menemukan speedboat beserta delapan orang di dalamnya. Keluarga, rekan kerja, dan masyarakat menantikan perkembangan pencarian terhadap M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal Husni, Warta, Sukarman, dan Heriyanto.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang?

detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang matter?

detik Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.