BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dari Polewali Mandar ke Istana: Cerita Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Dalam Barisan Paskibraka Nasional

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Robert Hernandez - beritanara.com

Dari Polewali Mandar ke Istana: Ismi Ulfaida, Siswa Sekolah Rakyat Pertama Paskibraka

Beritanara.com – Dari Polewali Mandar ke Istana — Sabtu pagi, tanggal 8 Agustus, di bawah terik matahari Depok, Jawa Barat, suara sepatu Paskibraka yang berirama memenuhi udara di lapangan Pusat Pengembangan SDM Kemendikdasmen. Tempat yang biasanya digunakan untuk latihan rutin ini kini telah diubah menjadi replika halaman Istana Merdeka, menandai persiapan menuju momen bersejarah pada 17 Agustus 2026. Ribuan mata tertuju pada barisan pemuda-pemudi terpilih dari berbagai penjuru Indonesia yang siap mengibarkan bendera merah putih di hadapan Presiden.

Diantara barisan pemuda-pemudi tersebut, Ismi Ulfaida (16) berdiri dengan tegap. Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar ini mengenakan seragam latihan lengkap, termasuk topi, sambil membawa kebanggaan yang istimewa. Ia tercatat sebagai siswa pertama dari Sekolah Rakyat—program unggulan Presiden Prabowo Subianto—yang berhasil lolos seleksi nasional Paskibraka. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya tersedia di sekolah-sekolah elit, tetapi juga dapat diraih melalui program pemerintah yang inklusif.

Kejutan yang Berubah Menjadi Kebanggaan

Mata Ismi bersinar saat ia mengingat kembali perjalanan panjangnya. Awalnya, ia tidak menyangka akan sampai ke level nasional karena target awalnya hanya tingkat provinsi. Proses seleksi yang ketat dimulai dari tingkat sekolah, kemudian kabupaten, provinsi, hingga verifikasi di tingkat pusat. Setiap tahap membutuhkan ketekunan, fisik yang prima, dan mental yang kuat.

Saya juga enggak nyangka bisa sampai di tingkat nasional karena targetnya provinsi.

Perjalanan Ismi dimulai dari seleksi di sekolahnya di Sulawesi Barat. Dari dua peserta yang mengikuti, hanya Ismi yang berhasil melaju ke tingkat kabupaten, kemudian provinsi, dan akhirnya lolos verifikasi di tingkat pusat. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga ketekunan dalam belajar dan berlatih setiap hari. Siswi yang baru bergabung dengan Sekolah Rakyat pada September 2025 ini kini menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Sebelumnya, ia menjalani hari dengan ritme yang lebih santai di rumah. Kini, setiap pagi ia harus bangun pukul 04.00 WIB, melakukan olahraga, dan berlatih PBB mulai pukul 07.00 WIB hingga matahari terbenam.

Kalau di rumah enggak terlalu cepat.

Rindu dan Keteguhan Hati

Bagi Ismi, tantangan fisik bukanlah hal tersulit. Sebagai anak seorang petani dari Polewali Mandar, ia sering kali merasakan rindu yang mendalam kepada kedua orang tuanya. Di kamar pelatihannya, air mata kadang mengalir tanpa bisa ditahan saat ia teringat wajah orang tuanya. Jarak yang memisahkan ia dari keluarga menjadi ujian tersendiri, namun justru memperkuat tekadnya untuk berhasil.

Kalau kangen orang rumah, cuma nangis di kamar, tenangin diri. Ingat orang tua, ingat wajah orang tua.

Wajah ayah dan ibunya menjadi sumber kekuatan yang membuat Ismi tetap tegak dalam barisan. Meskipun berasal dari Sekolah Rakyat, ia tidak merasa canggung saat bergaul dengan teman-teman dari berbagai latar belakang sekolah. Justru, keberagaman ini memperkaya pengalaman dan persahabatan selama masa pelatihan. Ismi juga aktif berbagi cerita tentang program Sekolah Rakyat kepada teman-temannya, sehingga mereka semakin memahami manfaat program tersebut.

Mimpi Besar dan Harapan ke Depan

Pencapaian Ismi bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga inspirasi bagi siswa-siswa lain di seluruh Indonesia. Ia berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah terpencil. Melalui pendidikan yang berkualitas, anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi-mimpi besar mereka.

Saya ingin membuktikan bahwa siapa pun bisa meraih kesuksesan, tidak peduli dari mana asal mereka.

Sebelumnya, Ismi juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Ia mengikuti berbagai lomba pidato dan debat yang membantu meningkatkan kepercayaan dirinya. Pengalaman ini menjadi modal penting saat ia harus tampil di depan umum selama seleksi Paskibraka. Kini, ia siap menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya: mengibarkan bendera merah putih di Istana Merdeka pada hari kemerdekaan Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ismi Ulfaida dan Paskibraka

1. Apa itu Sekolah Rakyat? Sekolah Rakyat adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.

2. Bagaimana proses seleksi Paskibraka nasional? Seleksi dimulai dari tingkat sekolah, kemudian kabupaten, provinsi, dan berakhir dengan verifikasi di tingkat pusat. Calon peserta harus melewati tes fisik, mental, dan wawancara.

3. Kapan Ismi Ulfaida akan mengibarkan bendera? Ismi akan mengibarkan bendera merah putih di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026, bersamaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.

4. Apa tantangan terbesar bagi Ismi selama pelatihan? Tantangan terbesar Ismi adalah rindu kepada orang tua dan jadwal latihan yang padat. Namun, ia berhasil mengatasi hal ini dengan tetap fokus pada tujuannya.

5. Apakah Ismi berencana melanjutkan pendidikan? Ismi berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan ingin menjadi guru yang dapat membantu siswa-siswa dari daerah terpencil mendapatkan pendidikan yang layak.

Related Reading