Menang dari PSM Makassar, Persib Alihkan Fokus El Classico Super League Vs Persija Jakarta
El Clasico Super League 2026-2027: Persib Bandung Melangkah ke Jakarta dengan Modal Tiga Poin
Beritanara.com – Stadion Gelora Bung Karno akan menjadi panggung terbesar sepak bola Indonesia pada 12 September 2026, ketika Persib Bandung berhadapan langsung dengan Persija Jakarta dalam laga pembuka El Clasico Super League musim 2026-2027. Pertemuan dua raksasa Jawa Barat dan DKI Jakarta ini selalu memantik antusiasme luar biasa dari jutaan pendukung kedua kubu, menjadikan setiap pertemuan bukan sekadar tiga poin, melainkan pertarungan gengsi, sejarah, dan identitas kota.
Menjelang duel tersebut, skuad Maung Bandung datang dengan kepercayaan diri yang telah dibangun di kandang sendiri. Pada Minggu (6/9/2026), Persib membuka musim Super League dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung. Tiga gol yang menggetarkan gawang tim tamu dicetak oleh Patricio Matricardi, Balsa Sekulic, dan Uilliam Barros, memastikan tiga poin penuh sekaligus mengirim pesan tegas bahwa tim ini siap bersaing di papan atas sejak pekan pertama.
Perbandingan dengan Derbi Kroasia
Bagi pelatih Igor Tolic, yang sebelumnya berkarier panjang di kompetisi sepak bola Kroasia, El Clasico Indonesia memiliki bobot emosional yang setara dengan derbi paling panas di tanah kelahirannya. Tolic secara eksplisit menyamakan rivalitas Persib-Persija dengan konfrontasi Dynamo Zagreb melawan Hajduk Split, dua klub yang telah saling berhadapan selama puluhan tahun dengan tensi yang melampaui batas lapangan.
"Ya, di Kroasia kami akan mengatakan hal yang sama, tetapi tidak begitu banyak orang yang terlibat. Di sini ada berjuta-juta suporter dari kedua klub, terutama suporter kami, berjuta-juta," ujar Igor Tolic.
Tolic melanjutkan perbandingan tersebut dengan menekankan bahwa tekanan dari tribun membuat setiap hasil pertandingan berimplikasi jauh lebih besar bagi para pendukung.
"Jika kami menang, mereka merasa luar biasa. Jika mereka kalah, maka mereka menunggu derbi berikutnya. Jadi, di Kroasia kami biasa berkata kamu bisa memenangkan pertandingan melawan musuh terbesar, tetapi kamu tidak boleh kalah," tegas pelatih asal Kroasia itu.
Rekor Head-to-Head dan Ambisi Menang
Dari sisi statistik, Persib memiliki keunggulan psikologis atas Persija dalam catatan pertemuan langsung. Dalam lima musim terakhir, Maung Bandung mencatatkan lima kemenangan, satu kekalahan, dan dua hasil imbang. Angka tersebut menjadi bahan bakar tambahan bagi skuad asuhan Tolic yang menargetkan tiga poin di markas lawan.
"Jadi, begitulah cara kami memperlakukan pertandingan ini. Ya, ini akan menjadi hal yang spesial, sama seperti dua tahun terakhir. Ini akan menjadi laga yang tangguh, lawan yang bagus, di stadion mereka sendiri," kata Igor Tolic.
Sikap ofensif yang ditunjukkan Tolic bukan sekadar retorika. Ia menegaskan bahwa timnya akan tampil dengan keberanian penuh, bukan dengan pendekatan defensif yang sering kali menjadi jebakan taktis dalam derbi besar.
"Namun, kami berani, kami siap, dan kami pergi ke sana bertarung untuk kami, bertarung untuk para suporter, bertarung untuk menang," lanjutnya.
Kali Pertama di GBK Sejak 2019
Dimensi emosional laga ini diperkuat oleh satu fakta yang jarang disorot: Igor Tolic belum pernah merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Karno selama dua musim sebelumnya ketika masih menjadi bagian dari staf kepelatihan di bawah arahan Bojan Hodak. Dalam periode itu, Persib lebih sering menjamu Persija di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, atau berhadapan di venue netral.
Artinya, pertandingan 12 September 2026 akan menjadi penampilan pertama Persib di GBK sejak tahun 2019. Bagi Tolic sendiri, pengalaman itu membawa campuran antara antusiasme dan tekanan yang ia akui secara terbuka.
"Ya pertama kali saat saya datang, kami bermain di Bekasi kalau tidak salah. Stadion Patriot ya. Jadi sekarang ini stadion yang besar. Saya berharap banyak sekali suporter. Bagi saya, ini sedikit memberi tekanan, tetapi saya suka. Saya menyukainya, saya suka ketika para pemain tampil 100 persen di setiap sesi latihan," ungkapnya.
Implikasi dan Konteks Musim
Kemenangan atas PSM Makassar di pekan pembuka memberikan Persib posisi strategis sebelum melawat ke Jakarta. Dalam format liga yang padat, tiga poin awal tidak hanya menambah jarak di klasemen, tetapi juga membangun momentum psikologis yang sulit diukur secara kuantitatif. Sebaliknya, bagi Persija, bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri di GBK merupakan modal yang tidak bisa diremehkan. Tekanan dari tribun raksasa itu kerap mengubah dinamika pertandingan, terutama di babak kedua ketika kelelahan fisik mulai terasa.
El Clasico Super League juga menjadi tolok ukur siapa yang benar-benar siap bersaing di puncak klasemen sepanjang musim 2026-2027. Kedua klub telah berinvestasi besar pada komposisi skuad, dan hasil pertemuan pertama ini akan menjadi narasi pembuka yang diikuti jutaan pasang mata di seluruh Indonesia. Bagi Persib, membawa pulang tiga poin dari GBK bukan hanya soal angka, melainkan pernyataan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai kandidat juara sejak menit pertama musim.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menang dari PSM Makassar Persib Alihkan?Menang dari PSM Makassar Persib Alihkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menang dari PSM Makassar Persib Alihkan matter?Menang dari PSM Makassar Persib Alihkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.