Alasan Sebenarnya PSBS Biak Bakal Awali Divisi Championship 2026/2027 dengan Poin Minus Terungkap
Alasan Sebenarnya PSBS Biak Bakal Poin Minus
Beritanara.com – Alasan Sebenarnya PSBS Biak bakal memulai Divisi Championship musim 2026/2027 dengan catatan poin negatif kini terungkap ke publik. Klub asal Papua yang berjuluk Badai Pasifik itu menghadapi beban administratif berlapis sebelum peluit pertama kompetisi kasta kedua Liga Indonesia berbunyi. Persoalan mulai dari ketidaklengkapan dokumen club licensing hingga ketiadaan stadion kandang di wilayah domisili membuat posisi tim tersebut langsung tertinggal di klasemen sejak menit pertama pertandingan.
Empat Aspek Club Licensing Belum Terpenuhi
I.League menetapkan standar ketat bagi setiap peserta kompetisi. Lima dimensi — finansial, legal, personel, infrastruktur, dan sporting — wajib dipenuhi secara penuh sebelum musim baru dimulai. Kegagalan memenuhi ketentuan tersebut berujung pada sanksi pengurangan poin yang bersifat otomatis dan tidak dapat dinegosiasikan. Hingga batas waktu yang ditentukan oleh liga, PSBS dilaporkan masih memiliki empat dari lima aspek yang belum terpenuhi, sehingga sanksi minus empat poin langsung berlaku.
"Dan kalau tidak salah PSBS itu sudah minus empat. Dari lima aspek itu [club licensing] ada empat aspek yang tidak terpenuhi," kata Budiman Dalimunthe.
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Senin (24/8). Dengan akumulasi sanksi dari sisi licensing sebesar minus empat poin, posisi PSBS di klasemen sejak menit pertama sudah tertinggal jauh dari rival-rivalnya di Championship. Menelisik alasan sebenarnya PSBS Biak bakal memulai musim dengan defisit poin sebesar ini menunjukkan bahwa persoalan administratif klub belum terselesaikan secara tuntas. Tim tersebut harus segera menuntaskan berbagai kewajiban agar tidak semakin terpuruk dalam persaingan musim depan.
Stadion Kandang di Biak Masih Jadi Kendala
Di luar persoalan licensing, PSBS juga tidak mampu menggunakan stadion di wilayah domisilinya di Biak, Papua. Akibatnya, klub tersebut terpaksa mencari markas sementara di Jawa Timur untuk menggelar seluruh laga kandang. Aturan I.League menegaskan bahwa klub yang tidak menyediakan stadion di domisili akan memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin tambahan, terlepas dari alasan teknis atau infrastruktur yang melatarbelakangi ketiadaan venue tersebut.
"[PSBS Biak] sejak Super League musim lalu sudah tidak bertanding di home-nya. Nah untuk musim ini kalau klub tidak bisa menyediakan home [di domisili] maka akan berangkat [di kompetisi] dengan poin minus satu," ujar Budiman.
Kombinasi kedua sanksi — minus satu dari sisi stadion dan minus empat dari sisi licensing — menjadikan total beban PSBS mencapai minus lima poin sebelum satu pun pertandingan dimainkan. Situasi ini jauh lebih rumit dibanding sekadar ketiadaan venue kandang di Biak, karena klub harus beradaptasi dengan jadwal perjalanan yang lebih panjang, biaya operasional yang membengkak, serta kehilangan dukungan langsung suporter di kandang sendiri sepanjang musim.
Tunggakan Gaji Pemain dan Ofisial
Budiman turut mengakui adanya tunggakan gaji pemain serta ofisial PSBS yang tersisa dari musim sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme penyelesaian masalah tersebut berada di luar ranah liga dan melibatkan beberapa lembaga lain yang memiliki wewenang tersendiri dalam proses arbitrase dan mediasi.
"Soal tunggakan gaji tidak dibahas di sini ya, tapi bisa update ke APPI ataupun ke NDRC. Prosesnya kan ada di sana. Prosesnya tidak hanya di Liga Utama, ada keterlibatan NDRC, ada keterlibatan APPI, dan pasti kan ada FIFA ban juga. Dan juga udah pasti PSBS," ucap Budiman.
Keterlibatan APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) dan NDRC (National Dispute Resolution Committee) menunjukkan bahwa penyelesaian tunggakan gaji PSBS akan melewati jalur yang lebih panjang dan kompleks. Ancaman FIFA ban turut menambah tekanan pada klub agar segera menyelesaikan seluruh kewajiban finansialnya kepada para pemain dan staf teknis sebelum jendela transfer berikutnya dibuka.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Berapa total poin minus yang akan diterima PSBS Biak?
PSBS Biak berpotensi memulai Championship 2026/2027 dengan total minus lima poin: empat poin dari ketidaklengkapan club licensing dan satu poin dari ketiadaan stadion di domisili. Kedua sanksi tersebut berlaku secara kumulatif sejak pertandingan pertama