BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Terungkap lewat Google Search, 5 Bocah Perempuan di Banyuwangi Dicabuli Guru Ngajinya

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Charles Lopez - beritanara.com

5 Bocah Perempuan Banyuwangi Dicabuli Guru Ngaji, Terungkap lewat Google Search

Beritanara.com – Terungkap lewat Google Search 5 Bocah - Kasus pencabulan yang menimpa lima santriwati di Banyuwangi kembali mencuri perhatian publik. Setelah sebelumnya seorang pengasuh pondok pesantren ditangkap karena mencabuli lima muridnya di Kecamatan Sempu pada awal Juli 2026, kini kejadian serupa terjadi di lokasi yang sama. Sepasang suami istri datang ke SPKT Polresta Banyuwangi pada akhir Juli 2026 setelah menyadari putrinya menjadi korban pencabulan oleh guru ngajinya di wilayah tersebut.

Yang mengejutkan, korban tidak hanya satu orang. Empat anak lainnya juga mengalami perlakuan serupa dengan pelaku yang sama. Seluruh korban merupakan murid yang belajar mengaji di rumah sang pelaku. Kasus ini semakin menarik perhatian karena terungkap secara tidak sengaja melalui aktivitas pencarian di Google pada smartphone salah satu korban.

Peristiwa yang Terungkap dari Smartphone Anak

Sang ibu menceritakan bagaimana kecurigaannya muncul secara tidak sengaja. "Anak saya berusia 9 tahun, tiba-tiba tidak mau mengaji lagi. Pertama tidak mau ngomong apa alasannya. Dan dia langsung menangis ketakutan ketika saja ajak bicara pelan-pelan," ungkapnya kepada tvOnenews.com pada Kamis (13/08/2026).

Wajah sang ibu memerah menahan marah dan tangis. Ia mendapat pengakuan dari anaknya bahwa perbuatan cabul tersebut sudah berlangsung sejak bulan Desember 2025. Berkali-kali kejadian itu terjadi saat korban sedang mengaji di rumah pelaku. Terakhir, perbuatan bejat itu dilakukan pada tanggal 26 Juli 2026. Durasi kejadian yang mencapai hampir tujuh bulan membuat sang ibu semakin marah.

"Saya dan suami langsung lapor polisi setelah mendapat pengakuan anak saya pada tanggal 29 Juli 2026 lalu. Anak saya sudah divisum bahkan ditangani psikiater. Katanya anak saya trauma berat," ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

Identitas Pelaku dan Para Korban

Data yang diperoleh tvOnenews.com menunjukkan bahwa pelaku berinisial MP sehari-hari bekerja sebagai petani. Usianya lebih dari 40 tahun. Selain itu, ia juga mengajar ngaji sekitar 30 anak laki-laki dan perempuan di rumahnya. Rata-rata murid ngajinya adalah anak tetangga dan warga sekitar desa. Jumlah murid yang banyak ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki reputasi baik di masyarakat sebelum kasus terungkap.

Tidak hanya bocah perempuan berusia 9 tahun yang menjadi korbannya. Ternyata ada empat anak lainnya yang juga mendapat perlakuan yang sama. Salah satunya adalah bocah perempuan berusia 11 tahun. Bahkan anak perempuan yang sudah duduk di bangku SMP itu sudah mendapatkan perlakuan bejat pelaku sejak dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Ini menunjukkan bahwa pelaku sudah melakukan tindakannya dalam waktu yang cukup lama.

"Iya, dipegang pegang ininya (dada) dan dicium cium," kata korban kepada kedua orang tuanya dengan ketakutan.

Curiga dari Pencarian di Google

Sang ibu korban mengaku juga kalau banyak hal janggal setelah putrinya mendapat perlakukan tidak senonoh itu. Salah satunya adalah dirinya secara tidak sengaja melihat pencarian di google search pada handphone sang anak. Sang anak mencari tahu tentang hukum akhirat bagi guru ngaji yang mengajar dengan gratis murid-muridnya.

"Saya curiga awalnya dari perilaku anak ini, terus saya menemukan anak ini kok searching di google tentang guru ngaji yang mengajar tidak dibayar tapi memperkosa apakah dosa," ungkap ibu dari bocah 9 tahun kepada tvOnenews.com.

Kejadian ini menunjukkan betapa sensitifnya anak-anak terhadap apa yang menimpa mereka. Sang anak bahkan melakukan riset sendiri melalui internet untuk memahami situasi yang dialaminya. Hal ini membuktikan bahwa Terungkap lewat Google Search 5 Bocah bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari kepekaan anak terhadap perlakuan yang diterimanya.

Tidak terima dengan apa yang menimpa putri kecilnya, orang tua korban menuntut polisi segera mengusut tuntas kasus yang menimpa pada putrinya. "Saya berharap dengan saya melapor ini para korban lainnya juga berani melapor. Itu pelakunya masih bebas sampai sekarang," pungkas sang ibu.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh orang tua di Banyuwangi dan sekitarnya untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka. Terutama bagi mereka yang menitipkan anak untuk belajar mengaji di rumah-rumah guru ngaji. Komunikasi yang baik dengan anak dan kepekaan terhadap perubahan perilaku anak dapat membantu mendeteksi kasus pencabulan lebih dini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

1. Kapan kasus pencabulan ini pertama kali dilaporkan? Kasus ini pertama kali dilaporkan pada tanggal 29 Juli 2026, setelah sang ibu mendapat pengakuan dari anaknya.

2. Berapa jumlah total korban dalam kasus ini? Terdapat lima korban perempuan dalam kasus ini, termasuk bocah berusia 9 tahun dan 11 tahun.

3. Bagaimana cara kasus ini terungkap? Kasus ini terungkap melalui pencarian di Google pada smartphone salah satu korban yang mencari tahu tentang hukum akhirat bagi guru ngaji yang memperkosa muridnya.

4. Apakah pelaku masih bebas? Ya, hingga saat ini pelaku masih bebas dan menunggu proses hukum lebih lanjut.

5. Apa yang dilakukan korban setelah kasus terungkap? Korban sudah menjalani visum dan ditangani oleh psikiater karena mengalami trauma berat.

(hoa/gol)

Related Reading