BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Percepat Pembangunan Infrastruktur, Bupati Akhmad Yani Resmikan Proyek Betonisasi JPD Klampok-Munggugebang

Published September 7, 2026 · Updated September 7, 2026 · By Robert Williams - beritanara.com

Foto : Robert Williams - beritanara.com

Betonisasi JPD Klampok-Munggugebang Diresmikan Bupati Yani

Beritanara.com – Ruas jalan beton baru kini membentang di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, menghubungkan Desa Klampok dengan Desa Munggugebang. Proyek Jalan Poros Desa (JPD) tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat (4/09), menandai tuntasnya tahap pertama betonisasi yang dikerjakan sepanjang tahun berjalan. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen percepat pembangunan infrastruktur Bupati Akhmad Yani di wilayah selatan Gresik, yang selama bertahun-tahun terisolasi akibat minimnya akses jalan layak.

Program Multi-Tahun dan Prioritas Wilayah

Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran khusus untuk betonisasi dan aspalisasi jalan desa dalam APBD Perubahan 2025, dilanjutkan melalui APBD 2026, dan direncanakan tetap berjalan hingga 2027. Dengan skema multi-tahun tersebut, percepat pembangunan infrastruktur Bupati Akhmad Yani tidak berhenti pada satu ruas atau satu tahun anggaran, melainkan menjadi siklus yang mengikat pemerintah daerah bersama DPRD agar tidak terjadi jeda penanganan.

Dalam periode berjalan, Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang ditetapkan sebagai dua titik prioritas pembangunan JPD. Pemilihan kedua wilayah ini mempertimbangkan kepadatan penduduk, ketergantungan ekonomi pada sektor pertanian, serta keluhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh di jalan rusak untuk menjangkau pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

"Sejak 2025 kita memang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jalan. Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu prioritas untuk pembangunan JPD," ujar Bupati Yani saat meresmikan ruas Klampok-Munggugebang, Jumat (4/09).

Prinsip Jaringan: Setiap Ruas Harus Terhubung

Bupati Yani menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak boleh dipandang sebagai proyek berdiri sendiri. Setiap ruas JPD harus bermuara pada jalan kabupaten, jalan lingkungan desa, atau jalur alternatif yang menjembatani satu kecamatan dengan kecamatan tetangga. Prinsip ini menjadi inti dari percepat pembangunan infrastruktur Bupati Akhmad Yani: konektivitas lintas tingkat pemerintahan, bukan ruas terisolasi.

"Jangan sampai jalan dibangun sendiri-sendiri. Harus terkoneksi antara jalan kabupaten, JPD, jalan desa, termasuk jalan alternatif yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya," katanya.

Sebagai ilustrasi, Bupati Yani merujuk pada penguatan konektivitas koridor utara Manyar-Betoyo-Duduk Sampeyan. Jalur tersebut menghubungkan kawasan pesisir dengan pedalaman, memperlancar mobilitas harian, dan membuka akses terhadap pasar serta layanan publik. Keberhasilan model di utara menjadi acuan bagi percepatan serupa di selatan, termasuk ruas Klampok-Munggugebang yang baru diresmikan.

Dampak Langsung bagi Kehidupan Warga

Di balik angka anggaran dan terminologi teknis, ukuran keberhasilan infrastruktur jalan adalah dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan beton yang mampu dilalui sepanjang tahun berarti petani dapat mengangkut hasil panen tanpa kehilangan nilai jual, anak-anak tidak lagi berjalan kaki jauh ke sekolah, dan warga dapat menjangkau layanan kesehatan dasar tanpa hambatan geografis.

"Jalan ini bukan sekadar beton dan aspal. Ada mobilitas masyarakat, ada ekonomi, pertanian, anak-anak yang bersekolah, dan akses pelayanan dasar yang ikut bergerak ketika jalannya baik," ujarnya.

Dalam konteks Kecamatan Benjeng yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan, ketersediaan jalan beton memiliki implikasi ekonomi yang jauh melampaui nilai konstruksi fisiknya. Infrastruktur di sini bukan tujuan akhir, melainkan prasyarat bagi roda ekonomi lokal dan pemerataan layanan publik.

Tanya Jawab Singkat

Kapan ruas JPD Klampok-Munggugebang diresmikan? Ruas jalan beton tersebut diresmikan pada Jumat, 4 September, oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Apakah program betonisasi jalan desa akan berlanjut setelah 2025? Ya. Anggaran telah dialokasikan melalui APBD Perubahan 2025, APBD 2026, dan direncanakan tetap berjalan hingga 2027, sehingga program percepat pembangunan infrastruktur Bupati Akhmad Yani bersifat multi-tahun.

Wilayah mana yang menjadi prioritas pembangunan JPD saat ini? Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Balongpanggang ditetapkan sebagai dua titik prioritas pada periode berjalan.

Prinsip apa yang mendasari pembangunan jalan di Gresik? Setiap ruas harus terhubung ke jaringan lebih luas—jalan kabupaten, jalan desa, dan jalur alternatif—agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat dan beban lalu lintas terdistribusi dengan baik.

Related Reading