Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras
Reaksi Tajam Tokyo Atas Kunjungan Putin ke Etorofu
Beritanara.com – Tokyo menyampaikan protes keras setelah Vladimir Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu pada hari Kamis. Kedatangan pemimpin Rusia tersebut mendapat tanggapan serius dari pemerintah Jepang karena pulau ini merupakan bagian dari klaim teritorial mereka. Posisi geografis Etorofu yang terletak di perairan dekat Pulau Hokkaido memperkuat argumen Jepang atas kepemilikan wilayah ini. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam hubungan bilateral antara kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Posisi Resmi Jepang
Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi langsung menyampaikan pernyataan resmi mengenai kunjungan tersebut. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Jepang "memprotes keras" kehadiran Putin di pulau yang disengketakan tersebut. Motegi juga menekankan bahwa "empat Wilayah Utara, termasuk Pulau Etorofu, secara hakiki merupakan wilayah Jepang, baik berdasarkan sejarah maupun hukum internasional."
Jepang meyakini bahwa rangkaian pulau yang mencakup Etorofu, Kunashiri, Shikotan, serta kelompok pulau kecil Habomai telah direbut secara tidak sah oleh Uni Soviet.
Penaklukan ini terjadi tidak lama setelah Jepang menyerah dalam Perang Dunia II. Sebaliknya, Rusia yang menyebut wilayah ini sebagai Kuril Selatan berpendapat bahwa pengambilalihan tersebut memiliki dasar hukum yang sah. Sengketa ini telah menjadi salah satu isu teritorial paling lama dalam sejarah modern Asia Timur.
Konteks Geopolitik Kunjungan
Kunjungan Putin ke Pulau Etorofu ini berlangsung hampir empat setengah tahun setelah Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina. Langkah tersebut tampaknya bertujuan menunjukkan kepada pengamat domestik maupun internasional bahwa Rusia tidak akan memberikan konsesi teritorial. Hal ini termasuk dalam hal hubungan dengan Jepang yang telah lama menyerukan pengembalian pulau-pulau yang menjadi sengketa.
Sengketa wilayah ini menjadi penghambat utama bagi kedua negara untuk menandatangani perjanjian damai setelah berakhirnya Perang Dunia II. Prospek untuk melanjutkan kembali perundingan mengenai penandatanganan perjanjian tersebut dinilai masih kecil. Hal ini terlihat dari sedikit tanda-tanda perbaikan hubungan bilateral setelah Jepang bergabung dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam menjatuhkan sanksi yang bertujuan mengurangi sumber pendanaan perang Moskow setelah invasi dimulai pada 2022.
Kunjungan kali ini merupakan yang pertama bagi Putin, baik sebagai presiden Rusia, jabatan yang dijalankannya secara tidak berturut-turut sejak 2000, maupun selama periode 2008 hingga 2012 ketika ia menjabat sebagai perdana menteri. Kehadiran Putin di Etorofu menjadi simbol ketegangan geopolitik yang semakin meningkat di kawasan Asia-Pasifik.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kunjungan Putin ke Etorofu
Apa itu Pulau Etorofu? Pulau Etorofu adalah pulau terbesar dari empat Wilayah Utara yang diklaim oleh Jepang. Pulau ini terletak di perairan dekat Pulau Hokkaido dan memiliki luas sekitar 3.173 kilometer persegi.
Mengapa Jepang memprotes kunjungan Putin? Jepang memprotes karena menganggap Etorofu sebagai wilayah mereka berdasarkan sejarah dan hukum internasional. Protes ini merupakan bentuk penolakan terhadap kehadiran pemimpin Rusia di wilayah yang disengketakan.
Berapa lama sengketa Etorofu berlangsung? Sengketa ini telah berlangsung sejak akhir Perang Dunia II, lebih dari 75 tahun. Kedua negara belum berhasil menandatangani perjanjian damai resmi hingga saat ini.
Bagaimana dampak kunjungan ini terhadap hubungan Rusia-Jepang? Kunjungan Putin ke Pulau Etorofu menunjukkan bahwa Rusia tidak akan memberikan konsesi teritorial. Hal ini dapat memperlambat proses normalisasi hubungan antara kedua negara, terutama dalam konteks sanksi internasional terhadap Rusia.