Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi, Iran Akan Tutup Selat Hormuz
Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi, Iran Siap Tutup Selat Hormuz
Beritanara.com – Teheran kembali mengultimatum Washington dengan peringatan keras: jika AS lanjutkan perang ekonomi terhadap Iran, maka tidak akan ada satu tetes pun minyak yang mengalir keluar dari Teluk Persia. Pernyataan tersebut diumumkan oleh Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, pada hari Ahad melalui platform X, dan langsung mengguncang pasar energi global.
Ancaman Penutupan Selat Hormuz
Rezaei menegaskan bahwa setiap negara yang ikut serta atau memberikan dukungan terhadap kebijakan tekanan ekonomi Amerika akan diperlakukan setara dengan pihak yang berperang. Dalam kutipannya yang menyebar luas, ia menyatakan:
"Jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz maupun dari titik mana pun di Teluk Persia. Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang."
Peringatan ini bukan sekadar retorika diplomatik. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap harinya, menjadikan jalur tersebut nadi utama perdagangan energi global. Penutupan total berarti lonjakan harga bahan bakar, gangguan rantai pasok, dan potensi resesi di negara-negara importir besar seperti Tiongkok, India, dan Jepang. Bagi sektor pelayaran, risiko asuransi dan biaya operasional akan melonjak dalam hitungan hari.
Kronologi Eskalasi Konflik
Ketegangan antara Washington dan Teheran memuncak pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik strategis di wilayah Iran. Teheran membalas dengan serangan balasan yang menyasar posisi militer lawan. Memasuki bulan Maret, giliran ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh di bagian selatan Iran yang menjadi sasaran koalisi AS–Israel, memperluas cakupan konflik ke sektor energi.
Upaya meredam konflik sempat tercapai pada Juni, saat kedua negara menandatangani nota kesepahaman tentang penghentian permusuhan. Namun gencatan itu rapuh; tak lama setelah penandatanganan, serangan saling balas kembali pecah dan kesepakatan tersebut tidak pernah benar-benar
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi Iran?Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi Iran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi Iran matter?Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi Iran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.