Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump: Iran “Runtuh Total”
Di Tengah Konflik Dengan AS, Trump Klaim Iran "Runtuh Total"
Beritanara.com – Di tengah konflik dengan AS, Trump kembali menjadi sorotan dunia setelah melontarkan pernyataan bahwa Republik Islam Iran telah "runtuh total." Unggahan singkat di platform Truth Social itu memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak, mulai dari analis geopolitik hingga warga Iran yang masih merasakan dampak langsung pengetatan sanksi ekonomi terhadap kehidupan sehari-hari mereka.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika politik. Di tengah konflik dengan AS, Trump telah mengoordinasikan serangkaian langkah militer dan ekonomi yang bertujuan menekan kapasitas pertahanan Teheran secara menyeluruh. Narasi "runtuh total" ini menjadi puncak dari eskalasi berkepanjangan yang berakar pada akhir Februari dan terus berkepanjangan hingga kini.
Akar Eskalasi: Serangan Militer dan Gagalnya Nota Kesepahaman
Ketegangan antara Washington dan Teheran memuncak pada akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. Teheran membalas dengan menghantam sejumlah target di Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan tersebut. Sebagai respons atas eskalasi itu, kedua ibukota sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang menyerukan penghentian permusuhan dan pemulihan lalu-lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, perjanjian tersebut akhirnya kandas akibat perselisihan soal mekanisme penerapan ketentuan serta arah masa depan navigasi di jalur perairan strategis itu. Kegagalan diplomasi ini membuka ruang bagi eskalasi lanjutan yang kini menjadi fokus utama kebijakan luar negeri Washington dan memengaruhi stabilitas energi global.
Tekanan Ekonomi: Fase "Economic D-Day" Menurut Bessent
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggambarkan situasi terkini sebagai fase yang ia sebut "economic D-Day" terhadap Iran. Dalam unggahannya di platform X, Bessent menyatakan bahwa langkah pemerintahan Trump merupakan upaya sistematis untuk membongkar kapasitas militer dan program nuklir Teheran secara bertahap dan terukur.
"Presiden (Donald) Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya." — Scott Bessent
Klaim tersebut menggemakan narasi yang telah berulang kali dilontarkan pejabat senior AS mengenai kondisi ekonomi dan pertahanan Iran. Di tengah konflik dengan AS, Trump terus memperluas jangkauan sanksi ekonomi yang memukul sektor perbankan, ekspor minyak, dan perdagangan bilateral Iran secara simultan.
Trump: Teheran Belum Siap Berunding
Pada Jumat, Trump menegaskan keyakinannya bahwa Teheran belum berada dalam posisi untuk merumuskan kesepakatan yang sesuai dengan kepentingan Washington. Ia menyebut bahwa Iran tidak memiliki sumber daya finansial maupun militer yang memadai untuk bernegosiasi dari posisi kekuatan yang setara.
"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi menurut saya mereka belum siap membuat kesepakatan yang tepat."
"Mereka tidak punya uang, tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara, mereka tidak membayar tentara mereka, maupun polisi mereka. Mereka mengalami inflasi 350 persen."
Pernyataan ini sekaligus mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat mempertahankan "kendali penuh" atas kawasan sekitar Selat Hormuz, mencakup jalur perairan strategis itu sendiri serta wilayah daratan di Iran bagian selatan yang berbatasan langsung dengan selat. Implikasinya bagi keamanan pelayaran internasional masih menjadi perdebatan di kalangan negara-negara pesisir Tel
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Di Tengah Konflik Dengan AS Trump?Di Tengah Konflik Dengan AS Trump is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Di Tengah Konflik Dengan AS Trump matter?Di Tengah Konflik Dengan AS Trump matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.