BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kento Momota Jadi Mentor, 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Gebrak Asian Games 2026

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By Susan Moore - beritanara.com

Foto : Susan Moore - beritanara.com

Debut Tiga Tunggal Putra Indonesia di Asian Games 2026 Jadi Ujian Penting

Beritanara.com – Indonesia akan mengandalkan kombinasi pemain senior dan wajah baru pada nomor tunggal putra Asian Games 2026. Dari empat atlet yang dipersiapkan, tiga di antaranya akan menjalani penampilan perdana di ajang multievent terbesar di Asia, yaitu Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Muhamad Yusuf.

Kehadiran Jonatan Christie sebagai satu-satunya pemain yang telah beberapa kali merasakan Asian Games memberi keseimbangan bagi skuad. Sementara itu, bagi tiga debutan, kesempatan ini menjadi panggung untuk mengukur kesiapan mereka menghadapi persaingan pada level yang lebih tinggi.

Alwi dan Ubed—sapaan Moh Zaki Ubaidillah—membawa bekal pengalaman dari sejumlah kejuaraan beregu. Keduanya pernah memperkuat Indonesia di SEA Games, Piala Sudirman, serta Piala Thomas. Pengalaman tersebut diharapkan membantu mereka beradaptasi dengan tekanan pertandingan ketika tampil di Asian Games untuk kali pertama.

Alwi dan Ubed Ingin Maksimalkan Kesempatan

Alwi menyambut pemanggilan ke Asian Games 2026 dengan rasa syukur. Ia menilai hasil yang diraih sebelumnya di SEA Games menjadi modal positif untuk menghadapi tantangan yang berbeda di ajang Asia.

“Pastinya kami bersyukur dan senang juga bisa mewakili Indonesia di Asian Games. Kami pengen memaksimalkan kesempatan yang ada. Ini Asian Games pertama dan dengan hasil kemarin di SEA Games untuk saya dan Ubed cukup meyakinkan jadi ada modal bagus untuk ke multievent yang levelnya lebih tinggi,” kata Alwi Farhan.

Bagi pemain muda, Asian Games bukan sekadar turnamen individu. Ajang ini membawa ekspektasi besar karena mereka tampil dengan nama Indonesia di tengah persaingan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia. Karena itu, kesiapan teknik, fisik, serta pengendalian emosi akan sama pentingnya dalam setiap pertandingan.

Ubed menegaskan persiapan menuju pertandingan berjalan tanpa kendala berarti, baik melalui program latihan pribadi maupun latihan bersama tim. Ia menilai kondisi tersebut membuat para pemain bisa menatap laga mendatang dengan keyakinan.

“Persiapan individunya sejauh ini alhamdulillah cukup lancar. Persiapan bersama tim pun juga berjalan dengan baik. Kami siap untuk bertanding di minggu depan,” tambah Ubed.

Yusuf Mengandalkan Pesan dari Para Senior

Situasi yang dihadapi Muhamad Yusuf sedikit berbeda. Ia belum mempunyai pengalaman tampil dalam turnamen besar seperti yang telah dijalani Alwi dan Ubed. Debut Asian Games pun menjadi pengalaman baru yang menuntut keberanian sekaligus kemampuan untuk tetap tenang.

Yusuf mengakui rasa gugup sempat muncul pada awal persiapan. Namun, dukungan dari para pemain senior membantunya melihat pertandingan dengan cara yang lebih sederhana dan tidak terbebani oleh besarnya nama ajang tersebut.

“Pastinya awal-awal ada groginya tapi dari senior terus mengingatkan buat lebih enjoy saja,” sahut Yusuf.

Nasihat yang diterimanya berfokus pada pentingnya menjaga fokus seperti saat berlaga di turnamen perseorangan. Pendekatan itu dapat membantu pemain tidak larut dalam tekanan, sekaligus tetap berani menjalankan strategi di lapangan.

“Mereka selalu berpesan untuk menganggap ini seperti turnamen individu saja. Tetap fokus, semangat dan lebih tenang,” tambahnya.

Sentuhan Kento Momota di Akhir Pemusatan Latihan

Menjelang keberangkatan, ketiga debutan memperoleh pengalaman tambahan yang bernilai. Pada hari terakhir pemusatan latihan, mantan tunggal putra nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota, hadir dalam sesi bersama tim Indonesia.

Momota menjalankan peran sebagai mentor sekaligus rekan sparring. Kesempatan berlatih dengan pemain yang pernah berada di puncak peringkat dunia memberi ruang bagi Alwi, Ubed, dan Yusuf untuk menyerap pengalaman dari sosok yang memahami tuntutan pertandingan elite.

Kehadiran mentor berpengalaman dapat memberi manfaat di luar aspek pukulan dan pola permainan. Pemain muda juga bisa belajar tentang ketenangan, cara membaca ritme pertandingan, hingga disiplin dalam menjaga fokus ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Asian Games 2026 akan menjadi kesempatan bagi Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Muhamad Yusuf untuk menunjukkan perkembangan mereka. Dengan persiapan tim yang berjalan baik, dukungan pemain senior, serta pengalaman berlatih bersama Kento Momota, tiga debutan tersebut membawa modal untuk tampil percaya diri saat membela Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kento Momota Jadi Mentor 3 Debutan?

Kento Momota Jadi Mentor 3 Debutan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kento Momota Jadi Mentor 3 Debutan matter?

Kento Momota Jadi Mentor 3 Debutan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.