BeritaNara
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia, Sassuolo Lakukan Tes Berkala pada Rekan Satu Tim Jay Idzes

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Charles Williams - beritanara.com

Foto : Charles Williams - beritanara.com

Cristian Volpato Negatif Tes Urine dan Darah, Kembali Berlatih Bersama Sassuolo

Beritanara.com – Cristian Volpato kembali menjadi bagian dari sesi latihan Sassuolo setelah rangkaian pemeriksaan medis di Italia memastikan tidak ada hasil positif pada tes urine maupun darahnya. Kepastian itu hadir setelah pemain yang satu tim dengan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, sempat menjadi sorotan karena dugaan penggunaan kokain saat berada di Australia.

Situasi tersebut bermula dari insiden pada 24 Juli 2026 di Sydney, kota kelahiran Volpato. Pemain Sassuolo itu dihentikan oleh kepolisian New South Wales di kawasan Anzac Bridge. Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi perhatian publik karena muncul dugaan terkait narkotika.

Volpato sejak awal menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan. Seusai kembali ke Italia, ia menjalani pemeriksaan tambahan sebagai langkah untuk memperjelas kondisinya dan menjawab isu yang beredar. Sassuolo turut memberikan pendampingan melalui prosedur medis klub, termasuk pengambilan sampel urine dan pemeriksaan darah khusus.

Seluruh pemeriksaan menunjukkan hasil negatif

Klub memastikan seluruh tes yang dijalani Volpato menghasilkan kesimpulan negatif. Dengan hasil itu, tidak ditemukan indikasi penggunaan kokain dalam pemeriksaan medis yang dilakukan setelah isu tersebut mencuat.

Cristian Volpato kembali berlatih bersama tim setelah menjalani pemeriksaan medis rutin serta tes urine dan darah khusus dengan persetujuan pemain untuk memastikan kondisinya menyusul berita yang muncul di media. Seluruh tes yang dilakukan menunjukkan hasil negatif.

Pernyataan Sassuolo yang dikutip pada Kamis, 10 September 2026, menegaskan bahwa pemain tersebut telah kembali beraktivitas bersama skuad. Bagi klub, pemeriksaan itu juga menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan pemain sebelum melanjutkan rutinitas kompetisi.

Tes urine dan darah memiliki peran berbeda dalam proses pemeriksaan medis. Dalam konteks kasus ini, penggunaan dua metode tersebut memberi ruang evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap kondisi Volpato. Hasil negatif dari seluruh pemeriksaan yang disebut Sassuolo menjadi dasar bahwa sang pemain dapat kembali menjalani latihan bersama rekan-rekannya.

Denda di Australia tetap harus dibayarkan

Meski tes lanjutan di Italia tidak menunjukkan hasil positif, proses hukum yang terjadi di Australia tetap berujung pada kewajiban pembayaran denda. Volpato dikenai denda 722 dolar Australia, yang nilainya setara sekitar Rp9,1 juta.

Keputusan itu menutup proses yang berkaitan dengan insiden di Sydney. Di sisi lain, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan setelah Volpato kembali ke Italia memberikan kejelasan tersendiri mengenai tuduhan penggunaan kokain yang sebelumnya diarahkan kepadanya.

Perbedaan antara proses hukum dan pemeriksaan medis klub perlu dipahami dalam konteks yang terpisah. Denda merupakan konsekuensi dari proses yang berjalan di Australia, sedangkan Sassuolo melakukan pemeriksaan untuk memverifikasi kondisi pemainnya setelah pemberitaan tersebut muncul. Klub menyatakan semua hasil tes Volpato negatif.

Bagi seorang pesepak bola profesional, isu di luar lapangan dapat memengaruhi fokus dan persiapan menjelang pertandingan. Karena itu, kepastian bahwa Volpato sudah kembali berlatih menjadi perkembangan penting bagi Sassuolo, terutama pada fase awal musim ketika setiap pemain berusaha mendapatkan peran dalam tim.

Tetap berkontribusi pada awal musim

Di tengah perhatian terhadap kasus tersebut, Volpato tetap menjalani kegiatannya bersama Sassuolo. Pada awal musim ini, ia telah tampil tiga kali di Serie A dan mengoleksi satu gol. Catatan itu menunjukkan bahwa pemain tersebut masih menjadi bagian dari pilihan tim di kompetisi tertinggi Italia.

Kehadirannya juga menambah opsi Sassuolo dalam menjalani jadwal musim ini. Bagi pemain muda, menit bermain dan kontribusi gol pada tahap awal kompetisi dapat menjadi modal berharga untuk mempertahankan kepercayaan staf pelatih.

Jay Idzes, yang menjadi kapten Timnas Indonesia, berada dalam skuad Sassuolo yang sama dengan Volpato. Kembalinya Volpato ke lapangan latihan berarti dinamika tim kembali berjalan dengan komposisi pemain yang lebih lengkap setelah persoalan di luar sepak bola tersebut mendapat kejelasan.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya respons yang terukur ketika seorang atlet menghadapi tuduhan serius. Volpato membantah tuduhan sejak awal, kemudian mengikuti pemeriksaan tambahan di Italia dengan persetujuannya sendiri. Sassuolo pun menyampaikan hasil prosedur medis itu secara terbuka melalui pernyataan resmi.

Dengan rangkaian pemeriksaan telah selesai dan hasilnya dinyatakan negatif, perhatian Volpato kini dapat kembali tertuju pada performanya bersama Sassuolo. Setelah tiga penampilan dan satu gol di Serie A pada awal musim, ia memiliki kesempatan untuk melanjutkan kontribusinya bagi tim di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia?

Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia matter?

Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.