Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis, 5 Pemain Baru Dipanggil dan Mbappe Tetap Jadi Andalan
Zidane Memulai Era Baru Prancis dengan Lima Nama Debutan
Beritanara.com – Zinedine Zidane memulai tugasnya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan keputusan yang langsung menarik perhatian. Dalam daftar pemain pertamanya setelah menggantikan Didier Deschamps, pelatih berusia 54 tahun tersebut memilih lima pemain yang belum pernah membela Les Bleus untuk agenda UEFA Nations League pada September hingga Oktober 2026.
Langkah itu memperlihatkan keinginan Zidane untuk memberi peluang kepada generasi baru tanpa membongkar fondasi skuad yang sudah ada. Prancis tetap mengandalkan banyak pemain berpengalaman, termasuk Kylian Mbappe yang kembali dipercaya memegang ban kapten.
Lima Wajah Baru Masuk Skuad
Lima pemain yang mendapatkan panggilan perdana adalah Guillaume Restes, Andy Diouf, Jérémy Jacquet, Lucas Da Cunha, dan Estéban Lepaul. Kehadiran mereka menjadi perubahan paling mencolok dalam susunan 23 pemain pilihan Zidane untuk periode internasional ini.
Restes dipanggil sebagai penjaga gawang dan akan bersaing dengan Mike Maignan serta Robin Risser. Di lini belakang, Diouf dan Jacquet masuk bersama sejumlah nama yang telah lebih dulu dikenal di lingkungan tim nasional.
Lucas Da Cunha mendapat tempat di lini tengah, area yang tetap diisi pemain-pemain seperti Eduardo Camavinga, Rayan Cherki, Manu Kone, Adrien Rabiot, dan Warren Zaire-Emery. Sementara itu, Lepaul menjadi tambahan baru pada sektor serang yang dihuni banyak pemain dengan kualitas individu tinggi.
Pemanggilan debutan memberi warna berbeda pada awal masa kerja Zidane. Bagi kelima pemain tersebut, periode ini bukan sekadar kesempatan berlatih bersama skuad senior, melainkan peluang untuk menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing dalam persaingan jangka panjang di Timnas Prancis.
Mbappe Tetap Menjadi Pusat Skuad
Meski terdapat sejumlah nama baru, Zidane tidak meninggalkan para pemain inti. Mbappe tetap menjadi sosok sentral di lini depan sekaligus pemimpin tim. Ia akan ditemani Bradley Barcola, Ousmane Dembele, Desire Doue, Estéban Lepaul, dan Michael Olise dalam pilihan pemain menyerang.
Komposisi tersebut menjaga kesinambungan Prancis di area ofensif. Kehadiran Dembele, Barcola, Doue, Olise, dan Mbappe memberi Zidane beberapa karakter penyerang yang berbeda, sementara Lepaul akan berusaha memanfaatkan panggilan pertamanya untuk masuk ke persaingan.
Di lini tengah, Camavinga, Rabiot, Kone, Cherki, Da Cunha, dan Zaire-Emery menjadi opsi yang tersedia. Sektor ini dapat menjadi bagian penting dalam cara Zidane membentuk permainan timnya, terutama karena Prancis akan menghadapi empat pertandingan dalam waktu yang relatif singkat.
Barisan pertahanan terdiri atas Andy Diouf, Jérémy Jacquet, Pierre Kalulu, Ibrahima Konate, Jules Kounde, Maxence Lacroix, Adrien Truffert, dan Dayot Upamecano. Maignan tetap menjadi salah satu figur utama di bawah mistar, dengan Restes dan Risser melengkapi pilihan kiper.
Beberapa Pemain Utama Tidak Tersedia
Skuad kali ini hanya berjumlah 23 pemain. Zidane harus menjalani periode pertamanya tanpa beberapa nama, di antaranya Aurelien Tchouameni dan Marcus Thuram. Absennya kedua pemain itu membuka ruang bagi pemain lain untuk mengambil peran lebih besar.
Situasi tersebut juga membuat pemanggilan pemain baru terasa semakin penting. Zidane memiliki kesempatan untuk menilai kedalaman skuadnya sejak awal, sekaligus melihat bagaimana pemain yang belum pernah tampil di level internasional senior mampu beradaptasi dengan tuntutan Les Bleus.
Keputusan mempertahankan banyak pemain inti sambil menambahkan lima debutan menunjukkan pendekatan bertahap. Kerangka tim tidak berubah secara drastis, tetapi pintu menuju regenerasi mulai dibuka pada periode pertama kepelatihan Zidane.
Empat Laga Menjadi Ujian Pertama
Pertandingan kompetitif perdana Zidane sebagai pelatih Prancis akan berlangsung pada 25 September 2026 saat menghadapi Turki. Tiga hari kemudian, Prancis dijadwalkan bertemu Belgia pada 28 September.
Setelah itu, Les Bleus akan melawan Italia pada 2 Oktober sebelum kembali menghadapi Belgia pada 5 Oktober. Rangkaian tersebut memberi Zidane empat ujian penting dalam waktu singkat untuk mengenali kemampuan tim, menentukan kombinasi pemain, dan mulai menerapkan arah permainan yang diinginkannya.
Turki, Belgia, dan Italia menghadirkan lawan dengan karakter berbeda. Karena itu, agenda ini dapat menjadi kesempatan bagi staf pelatih untuk mengevaluasi keseimbangan antara pemain senior dan pemain baru, baik dalam susunan awal maupun pilihan dari bangku cadangan.
Bagi publik Prancis, daftar ini menandai dimulainya babak baru setelah perubahan di kursi pelatih. Zidane datang dengan fondasi pemain yang kuat, namun ia juga memberi sinyal bahwa masa depan tim nasional tidak hanya akan ditentukan oleh nama-nama lama.
Periode UEFA Nations League September-Oktober 2026 menjadi titik awal perjalanan Zidane membangun siklus baru Timnas Prancis menuju agenda internasional berikutnya. Perpaduan pemain berpengalaman dan talenta baru akan menjadi perhatian utama, terutama ketika Les Bleus mulai menjalani pertandingan kompetitif di bawah arahannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis 5?Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis 5 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis 5 matter?Zidane Bikin Kejutan di Timnas Prancis 5 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.