Jatim

Karhutla TNBTS, Api di Jemplang Mulai Terkendali, 3 Titik Masih Berasap

6aa7a0b3e4fc9-karhutla-tnbts_488_274

Karhutla TNBTS Masuk Hari Kedua, Sejumlah Titik di Jemplang Mulai Terkendali

Beritanara.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus berlangsung memasuki hari kedua. Api yang sempat muncul di sejumlah area Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kini mulai dapat dikendalikan. Meski demikian, tim gabungan masih melakukan pemadaman, pembasahan, serta pengawasan di beberapa lokasi yang menunjukkan kepulan asap dan nyala api.

Sampai Minggu, 13 September sore, terdapat tiga area di kawasan TNBTS yang masih memperlihatkan aktivitas kebakaran. Dua lokasi berada di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sementara satu titik lainnya terpantau di Jemplang, Kabupaten Malang.

“Penanganan masih terus dilakukan. Petugas melakukan pemadaman, pembasahan dan monitoring di titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun api,” kata Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono, Senin (14/9).

Titik Api di Lereng Curam

Di wilayah Kabupaten Malang, petugas masih melihat api di Blok Painem, area hutan Pos Jemplang. Letak titik tersebut menjadi tantangan tersendiri karena berada di sisi lereng atau bukit yang terjal. Kondisi itu membatasi akses pemadaman melalui jalur darat dan menyulitkan personel untuk membawa perlengkapan ke lokasi.

Untuk menjangkau area dengan kontur seperti itu, diperlukan dukungan peralatan khusus. Opsi yang dibutuhkan antara lain drone water sprayer atau helikopter yang dapat melakukan water bombing. Pemanfaatan sarana tersebut penting terutama apabila api berada di titik yang terlalu berisiko atau tidak memungkinkan dicapai langsung oleh petugas.

Sementara itu, api di kawasan Tracking Jalur Leluhur, Desa Ngadas, telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menyelesaikan penanganan di area tersebut, personel kembali ke Pos Jemplang untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan tetap bersiaga jika api muncul kembali.

Pemadaman Dilakukan dengan Akses Terbatas

Dalam operasi sebelumnya, petugas gabungan melakukan pemadaman secara manual di sejumlah lokasi. Water sprayer dan hydran portable digunakan untuk mengendalikan api, terutama pada bagian hutan yang masih dapat diakses oleh personel.

Medan di kawasan terdampak tidak seluruhnya bisa dilalui kendaraan roda empat. Karena itu, sebagian petugas harus melanjutkan perjalanan memakai sepeda motor, lalu berjalan kaki menuju titik yang memerlukan penanganan. Situasi ini membuat proses pemadaman membutuhkan koordinasi yang cermat, termasuk pengaturan personel, peralatan, dan pemantauan kondisi api di area yang berjauhan.

Pengendalian api tidak berhenti saat nyala utama berhasil dipadamkan. Tahap pendinginan dan pembasahan menjadi bagian penting untuk mencegah bara tersisa kembali membesar. Asap yang masih muncul dapat menjadi penanda adanya panas atau material yang belum sepenuhnya padam di permukaan maupun lapisan bawah vegetasi.

“Setelah api berhasil dipadamkan, bukan berarti penanganan selesai. Petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan karena masih ada beberapa lokasi yang berasap dan berpotensi menimbulkan api kembali,” jelas Budiono.

Tiga Lokasi Masih Dalam Pengawasan

Tim BPBD bersama TNBTS masih menjalankan proses pendinginan di Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan area yang telah ditangani tidak kembali menjadi sumber api, khususnya pada titik yang masih menyisakan asap.

Tiga lokasi yang terus dipantau meliputi Blok Jantur atau B29 di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang terlihat mengeluarkan asap berwarna hitam. Lokasi berikutnya adalah Blok Watangan, juga di Kecamatan Sukapura, yang masih memperlihatkan asap putih dan nyala api.

Satu titik lain berada di wilayah Jemplang, Kabupaten Malang. Perbedaan kondisi di tiap lokasi membuat penanganan harus disesuaikan dengan akses medan dan perkembangan api di lapangan. Petugas tetap menempatkan pengawasan pada area yang berasap agar perubahan kondisi dapat segera direspons.

Kawasan TNBTS memiliki bentang alam yang luas dengan jalur-jalur perbukitan serta area hutan yang tidak selalu mudah dijangkau. Dalam situasi kebakaran, medan seperti ini membuat pemadaman tidak hanya bergantung pada ketersediaan air dan alat, tetapi juga pada kemampuan tim menjangkau titik api dengan aman.

Masyarakat dan pengunjung di sekitar kawasan diharapkan memperhatikan pembatasan maupun arahan petugas selama penanganan berlangsung. Pemantauan lanjutan diperlukan hingga seluruh titik dipastikan tidak lagi mengeluarkan asap atau menyimpan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Frequently Asked Questions

What is Karhutla TNBTS Api di Jemplang Mulai?

Karhutla TNBTS Api di Jemplang Mulai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Karhutla TNBTS Api di Jemplang Mulai matter?

Karhutla TNBTS Api di Jemplang Mulai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *