Kesaksian Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Pemberian Susu di Daycare Little Aresha Yogyakarta: Botol Susu Selalu Kering Jadi Tanda Tanya
Persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada Rabu (26/8/2026) menghadirkan kesaksian mengejutkan dari seorang ibu yang menaruh curiga terhadap praktik
Misteri Botol Susu Kering di Daycare Little Aresha: Bukti Lakban Jadi Sorotan Persidangan
Beritanara.com – Persidangan di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada Rabu (26/8/2026) menghadirkan kesaksian mengejutkan dari seorang ibu yang menaruh curiga terhadap praktik pemberian susu di tempat penitipan anak Little Aresha. Dari total sepuluh saksi yang diperiksa dalam agenda tersebut, seluruhnya merupakan orang tua dari anak-anak yang menjadi korban dugaan kekerasan di daycare tersebut.
Uji Lakban: Cara Ibu Membuktikan Kecurigaannya
Imedia Dwi Anjani, ibu dari anak berinisial B (4) yang dikenal dengan nama Benji, menceritakan bagaimana ia menemukan kejanggalan berulang pada botol susu putrinya. Setiap kali Benji pulang dari daycare, botol yang ia siapkan sebelum keberangkatan selalu ditemukan dalam kondisi kering — seolah tidak pernah berisi cairan sama sekali.
Sebelum menyampaikan keluhan resmi, Imedia memilih menguji sendiri kecurigaannya. Ia menempelkan selembar lakban di bagian dalam botol susu sang anak dan mengamati selama tiga hingga empat hari. Hasilnya: lakban tersebut tidak berpindah posisi sama sekali, mengindikasikan bahwa tidak ada cairan yang masuk ke dalam botol.
“Sebelum komplain, saya tes dulu bagian dalam botolnya. Saya tempel lakban yg ternyata saya tes selama 3-4 hari lakbannya belum berpindah dari situ.”
“Kalau emang Benji dikasih susu misalnya jam 2 siang, pasti (botol) akan lembab sampai jamnya dia pulang jam 5. Tapi saat itu pernah 3 hari saya lihat botolnya kering sekali.”
Penjelasan yang Justru Memperbesar Keraguan
Imedia kemudian menjadwalkan pertemuan langsung dengan Diyah Kusumastuti, ketua yayasan Little Aresha, untuk menanyakan nasib susu putrinya selama jam penitipan. Jawaban yang diterima justru menambah tanda tanya: pihak daycare menyebut Benji mengonsumsi susu melalui gelas, bukan dari botol yang dibawa dari rumah.
Penjelasan itu bertentangan dengan fakta yang diketahui sang ibu. Benji, yang sebelumnya didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD) ringan, selama ini tidak pernah mampu minum susu menggunakan gelas. Ia hanya terbiasa menggunakan dot pada botol.
“Yang dikatakan (ketua yayasan) adalah Benji minum susu bukan dari dot, tapi pakai gelas. Padahal Benji tidak pernah minum susu pakai gelas.”
“Saya kalau ada uneg-uneg selalu langsung buat janji dengan Bu Diyah contohnya sewaktu saya curiga ada kejanggalan terkait pemberian susu.”
Komposisi Majelis Hakim
Sidang pemeriksaan saksi tersebut dipimpin oleh Sunaryanto sebagai Ketua Majelis, didampingi empat Hakim Anggota: Karsena, Jamuji, Erni Kusumawati, dan Sri Sulastuti. Kesaksian Imedia menjadi salah satu dari sepuluh keterangan orang tua korban yang disampaikan dalam persidangan kasus dugaan kekerasan di daycare tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kesaksian Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Pemberian?
Kesaksian Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Pemberian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kesaksian Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Pemberian matter?
Kesaksian Ibu Korban Ungkap Kejanggalan Pemberian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
