Desa Adat Sade Terbakar, Qodari: Saya Belum Dapat Informasi
Peristiwa Desa Adat Sade Terbakar mengguncang warga Nusa Tenggara Barat pada malam Sabtu, 22 Agustus 2026. Api melahap sejumlah rumah di Kampung Adat Sade
Desa Adat Sade Terbakar: Qodari Akui Belum Terima Informasi Lengkap
Beritanara.com – Peristiwa Desa Adat Sade Terbakar mengguncang warga Nusa Tenggara Barat pada malam Sabtu, 22 Agustus 2026. Api melahap sejumlah rumah di Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam insiden tersebut, meskipun kerusakan material pada permukiman cukup luas dan sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah malam.
Bagi masyarakat Sasak, kawasan Sade bukan sekadar titik pada peta wisata. Ia merupakan ruang hidup yang menyimpan tata kehidupan, ritual adat, dan nilai-nilai yang diwariskan lintas generasi selama berabad-abad. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pernah menegaskan bahwa makna Sade melampaui fungsi komersialnya sebagai destinasi; ia adalah warisan budaya hidup yang keberlangsungannya harus dijaga oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat.
Qodari: Data Lapangan Masih Diverifikasi
Empat hari setelah kebakaran, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima informasi lengkap mengenai penanganan di lokasi. Pernyataan itu ia sampaikan di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait respons pemerintah pusat atas peristiwa Desa Adat Sade Terbakar.
“Lombok? Oh, kalau Lombok, mohon maaf saya belum mendapatkan informasinya jadi minta maaf belum bisa memberikan pendapat dulu. Nanti saya cek dulu.”
Setelah ditanyakan kembali secara spesifik mengenai skala kerusakan dan kebutuhan mendesak warga, Qodari menekankan bahwa setiap langkah penanganan harus berpijak pada kondisi faktual di lapangan. Ia menyarankan agar dampak kebakaran dan kebutuhan korban diverifikasi terlebih dahulu oleh otoritas yang berwenang sebelum pemerintah mengambil keputusan kebijakan apa pun.
“Oh, Desa Adat Sade. Ah, ini saya kira ditanyakan kepada pihak yang berwenang, ya, kepada otoritas karena tentunya membutuhkan verifikasi data di lapangan.”
Terkait kemungkinan penyaluran bantuan untuk pembangunan kembali kawasan terdampak, Qodari menyatakan belum dapat memastikan bentuk kebijakan tersebut. Ia menambahkan bahwa proses pendataan kemungkinan masih berlangsung dan pemerintah perlu memastikan berbagai informasi—mulai dari jumlah rumah rusak, kondisi infrastruktur, hingga kebutuhan logistik warga—sebelum bertindak.
“Mungkin proses masih berlangsung karena perlu banyak yang dicek data-data di lapangan.”
“Nanti saya cek dulu kepada pemerintah daerah maupun kepada pemerintah pusat.”
Respons Lapangan dan Langkah Pascakebakaran
Di lokasi kejadian, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, serta sejumlah unsur lain telah bergerak cepat sejak malam kejadian. Evakuasi warga dilakukan terlebih dahulu untuk menjamin keselamatan, diikuti pemadaman api secara bertahap, penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban terdampak, dan pembersihan material pascakebakaran. Koordinasi lintas instansi ini bertujuan memastikan tidak ada warga yang tertinggal tanpa perlindungan sekaligus mempercepat pemulihan kondisi permukiman.
Masyarakat sekitar diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Informasi resmi mengenai skala kerusakan, jumlah rumah terdampak, serta rencana rehabilitasi akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah daerah setelah seluruh proses verifikasi data selesai dilakukan.
FAQ: Desa Adat Sade Terbakar
Apakah ada korban jiwa dalam kebakaran di Sade? Tidak. Berdasarkan informasi yang tersedia hingga saat ini, tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam peristiwa terbakarnya permukiman Kampung Adat Sade pada 22 Agustus 2026. Kerugian utama berupa kerusakan rumah dan harta benda warga.
Siapa yang bertanggung jawab atas penanganan pascakebakaran? Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan pemadam kebakaran memimpin penanganan langsung di lapangan. Pemerintah pusat, melalui Bakom, menunggu hasil verifikasi data sebelum menentukan langkah kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan rehabilitasi.
Kapan informasi resmi mengenai skala kerusakan akan dirilis? Qodari menyatakan bahwa proses pendataan masih berlangsung. Informasi resmi mengenai jumlah rumah terdampak, tingkat kerusakan, dan rencana rehabilitasi akan disampaikan oleh pemerintah daerah setelah seluruh verifikasi lapangan selesai.
