Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Akselerasi Penuntasan TB di Sulteng

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

Sabtu, 22 Agustus 2026, menjadi momentum penting ketika Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus hadir di Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah

Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa Untad untuk Akselerasi Penuntasan TB di Sulteng

Wamendagri Wiyagus Serukan Empat Pesan Strategis bagi Mahasiswa Untad dalam Percepatan Eliminasi TB di Sulteng

Beritanara.com – Sabtu, 22 Agustus 2026, menjadi momentum penting ketika Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus hadir di Universitas Tadulako (Untad), Sulawesi Tengah, untuk menyampaikan empat pesan krusial kepada para mahasiswa. Pesan-pesan itu ditujukan agar generasi kampus turut memimpin akselerasi penanggulangan tuberkulosis (TB) di wilayah tersebut.

Empat Peran Kunci yang Diharapkan dari Mahasiswa

Wiyagus merinci empat fungsi strategis yang harus diemban mahasiswa. Pertama, menjadi agen skrining awal di lingkup keluarga masing-masing. Kedua, mendampingi pasien agar tidak menghentikan pengobatan secara prematur serta membantu meredam stigma sosial terhadap penderita TB. Ketiga, menggerakkan kampanye digital sekaligus riset inovatif. Keempat, terjun langsung ke desa-desa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Pemda Tetap Pegang Peran Strategis

Meski keterlibatan mahasiswa dinilai esensial, Wiyagus menegaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) provinsi maupun kabupaten/kota tetap memiliki tanggung jawab utama. Pelayanan kesehatan merupakan urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar, sehingga Pemda berkewajiban menjalankan penanggulangan TB sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kolaborasi Lintas Sektor di Tengah Ketidakpastian Global

Wiyagus mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global saat ini turut mengancam stabilitas rantai pasok obat-obatan. Dalam kondisi demikian, penanganan TB tidak bisa lagi ditumpukan semata pada Kementerian Kesehatan. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, Pemda, perguruan tinggi, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kita tidak butuh superman, yang kita butuhkan adalah super team sehingga apa pun masalahnya bisa diselesaikan dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur,” tegasnya.

Apresiasi terhadap Program Berani Magaya

Dalam kesempatan yang sama, Wiyagus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas program Berani Magaya yang diinisiasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad. Ia menilai inisiatif tersebut merupakan manifestasi nyata kepedulian generasi muda terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya dalam konteks pemberantasan TB.

“Program Berani Magaya adalah bukti bahwa generasi muda Sulawesi Tengah tak hanya menjadi penonton, kemudian tidak hanya berdiam diri tetapi turun langsung ke lapangan menjaga kesehatan keluarganya dan menyayangi masyarakatnya dari ancaman TB,” puji Wiyagus.

Harapan untuk Replikasi Model Kampus

Sebagai penutup, Wiyagus berharap inovasi penanganan TB berbasis kampus yang dipelopori Untad dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia. Semakin luas keterlibatan institusi akademik dan generasi muda, semakin masif pula upaya penanggulangan TB yang dijalankan, sehingga target eliminasi penyakit tersebut dapat tercapai dalam waktu lebih singkat.

Frequently Asked Questions

What is Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa?

Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa matter?

Wamendagri Wiyagus Titip 4 Pesan ke Mahasiswa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi