Unsoed Jual “Kursi” Mahasiswa Baru Rp50-500 Juta ke Siswa SMA Lewat Guru
Pada 20 Agustus 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Rektorat
KPK Ungkap Praktik Jual Beli “Kursi” Mahasiswa Baru Unsoed Senilai Puluhan hingga Ratusan Juta Rupiah
Operasi Tangkap Tangan di Rektorat
Beritanara.com – Pada 20 Agustus 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dalam operasi tersebut, pihak yang diamankan antara lain Rektor Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno.
Keesokan harinya, 21 Agustus 2026, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru. Mereka adalah Sodiq, Norman, Mulyono (keponakan Sodiq), Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto yang berperan sebagai perantara, dan Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik. Kuat Puji Prayitno tidak masuk dalam daftar tersangka.
Harga Satu “Kursi” Dipatok Rp50 Juta hingga Rp500 Juta
Di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (21/8/2026) malam, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membeberkan modus operandi yang ditemukan penyidik. Menurut Taufik, satu kursi mahasiswa baru di Unsoed dijual dengan harga minimum Rp50 juta dan maksimum mencapai Rp500 juta per orang.
“Paling itu Rp500 juta sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta untuk per kepala.”
Guru SMA Berperan sebagai Pengepul Kuota
Taufik menjelaskan bahwa penawaran kursi tersebut tidak dilakukan secara langsung oleh pihak kampus, melainkan melalui guru yang bertindak sebagai pengepul atau koordinator di sekolah masing-masing. Guru tersebut mengoordinasikan sejumlah kelompok siswa SMA yang ingin masuk lewat jalur mandiri Unsoed.
“Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru.”
Berdasarkan bukti percakapan WhatsApp yang berhasil diamankan KPK, Taufik mengungkapkan bahwa guru tersebut berkomunikasi langsung dengan Eko Sumanto (ES) untuk melakukan tawar-menawar terkait jumlah kuota dan harga per kepala.
“Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA (WhatsApp) dengan ES. Kemudian, we find ada tawar-menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa.”
Penemuan ini mengungkap adanya rantai distribusi kuota yang melibatkan pihak sekolah sebelum akhirnya masuk ke dalam struktur birokrasi akademik Unsoed.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Unsoed Jual Kursi Mahasiswa Baru Rp50 500?
Unsoed Jual Kursi Mahasiswa Baru Rp50 500 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Unsoed Jual Kursi Mahasiswa Baru Rp50 500 matter?
Unsoed Jual Kursi Mahasiswa Baru Rp50 500 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
