BI Dorong Ponpes Annuqayah Sumenep Perkuat Ekonomi Pesantren Lewat Pertanian hingga Pengelolaan Sampah
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur aktif mendampingi Pondok Pesantren Annuqayah di Kabupaten Sumenep agar potensi ekonomi yang dimiliki lembaga
Bank Indonesia Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Annuqayah Sumenep
Dorongan BI untuk Memperluas Manfaat Ekonomi Pesantren
Beritanara.com – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur aktif mendampingi Pondok Pesantren Annuqayah di Kabupaten Sumenep agar potensi ekonomi yang dimiliki lembaga pendidikan Islam tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. Pendampingan mencakup penyediaan sarana pertanian, pendampingan tenaga ahli, penguatan tata kelola, serta transformasi digital.
Rifki Ismal, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, menegaskan bahwa potensi kemandirian yang ada di lingkungan pesantren perlu didorong agar dampaknya tidak terbatas pada institusi itu sendiri.
“Dan juga kita lihat potensi kemandirian ini akan juga kita dorong supaya nanti bermanfaat tidak hanya bagi pesantren, tapi juga buat santrinya, buat alumninya, buat semua masyarakat,” kata Rifki Ismal.
Dalam implementasinya, dukungan BI antara lain berupa penyediaan combine harvester guna meningkatkan efisiensi produksi pertanian, serta promosi penggunaan QRIS dan pemasaran produk melalui virtual market pesantren. Secara keseluruhan di Jawa Timur, BI telah membina 80 pondok pesantren yang mengelola 112 unit usaha.
Skala dan Sejarah Pesantren Annuqayah
Berdiri sejak tahun 1887, Annuqayah saat ini menampung sekitar 8.000 santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Apabila dihitung bersama santri pulang-pergi, tenaga pengajar, dosen, dan karyawan, total aktivitas harian di kawasan tersebut mencapai sekitar 10.000 orang.
Pengurus pesantren, KH. Moh. Naqib Hasan, S.Sos., M.Pd.I., menjelaskan bahwa ketergantungan pada iuran santri dan wali santri tidak lagi memadai. Oleh karena itu, peralihan menuju kemandirian ekonomi menjadi keharusan.
“Karena memang kita tidak bisa mengandalkan dari pemasukan dari santri, dari wali santri, maka bagaimanapun kita harus beralih kepada kemandirian ekonomi,” ungkap KH. Moh. Naqib Hasan.
Unit Usaha dan Jaringan Alumni
Melalui yayasan dan koperasi, Annuqayah telah membangun beragam unit usaha yang meliputi ritel, pertanian, perkebunan, tambak udang, air minum dalam kemasan, serta pemenuhan kebutuhan pendidikan. Ekosistem ekonomi ini juga diperluas melalui jaringan alumni.
Salah satu wujud konkret dari keterlibatan alumni adalah Kanca Kona Retail, sebuah usaha yang dikembangkan oleh lulusan Annuqayah dan melayani kebutuhan masyarakat sekitar.
Program Lingkungan yang Melibatkan Santri
Di luar aspek ekonomi, aktivitas pesantren turut mencakup program pengelolaan lingkungan yang melibatkan partisipasi langsung para santri. Dua inisiatif utama yang dijalankan adalah Wadah Makanan Anti Plastik (WAMAS) serta Pemulung Sampah Gaul (PSG), yang bertujuan membangun kesadaran pengelolaan sampah sejak dini di lingkungan pesantren.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BI Dorong Ponpes Annuqayah Sumenep Perkuat?
BI Dorong Ponpes Annuqayah Sumenep Perkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BI Dorong Ponpes Annuqayah Sumenep Perkuat matter?
BI Dorong Ponpes Annuqayah Sumenep Perkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
