Dilan Janiyar dan Ratu Felisha Minta Tunda Pemeriksaan, 17 Seleb Bakal Dipanggil Polisi di Kasus Arisan Bodong
Penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur tengah menyiapkan pemanggilan terhadap 17 figur publik yang diduga pernah mempromosikan skema arisan daring
17 Figur Publik Jadi Sasaran Pemeriksaan Polisi dalam Kasus Arisan Online Bodong
Beritanara.com – Penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur tengah menyiapkan pemanggilan terhadap 17 figur publik yang diduga pernah mempromosikan skema arisan daring fiktif. Langkah ini diambil setelah tim penyidik mengungkap adanya kerja sama endorsement antara pelaku utama, Joiss Nydia Khaliza (JNK), dengan sejumlah artis dan selebgram.
Dilan Janiyar dan Ratu Felisha Minta Penundaan
Dua di antara nama yang dipanggil, yakni Dilan Janiyar Ramadhani serta Ratu Felisha, belum hadir pada jadwal pemeriksaan yang semula ditetapkan Kamis, 20 Agustus 2026. Keduanya mengajukan permohonan penundaan dengan alasan berhalangan hadir.
Ajun Komisaris Besar Polisi Erik Pradana, Kepala Subdirektorat I Ditresiber Polda Jatim, mengonfirmasi bahwa permintaan tersebut diterima. Namun, hingga Jumat, 21 Agustus 2026, belum ada penetapan tanggal pengganti untuk pemeriksaan keduanya.
“Minta dijadwalkan minggu depan,” kata Erik.
Motif di Balik Pemanggilan Para Selebritas
Menurut Erik, total 17 figur publik bakal diperiksa untuk mengklarifikasi peran mereka dalam promosi arisan yang dikelola JNK. Polisi ingin memastikan apakah para pesohor tersebut sekadar menerima tawaran endorsement atau justru mengetahui adanya indikasi penipuan di balik bisnis arisan itu.
“(Total) 17 (publik figur bakal diperiksa),” kata dia.
JNK diduga sengaja memanfaatkan popularitas figur publik agar arisan daring yang dikelolanya tampak ramai dan kredibel di mata calon korban. Skema disusun sedemikian rupa sehingga memberikan kesan bahwa aktivitas arisan tersebut berjalan normal dan menguntungkan.
Latar Kasus dan Dampak Kerugian
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari korban yang mengalami kerugian akibat mengikuti arisan online di bawah pengelolaan JNK. Pelaku kemudian ditangkap di Bali. Ia diduga menjalankan bisnis arisan fiktif sejak awal 2024 dengan menawarkan dua skema, yaitu Arisan Menurun dan Arisan Pay Later (PLW).
Hingga saat ini tercatat sekitar 140 korban tersebar di berbagai provinsi. Di wilayah Jawa Timur saja, terdapat 35 korban dengan akumulasi kerugian mencapai Rp2,5 miliar. Salah satu korban mengaku kehilangan Rp230 juta setelah awalnya sempat menerima keuntungan Rp500 ribu sebelum diminta menyetorkan dana dalam jumlah jauh lebih besar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dilan Janiyar dan Ratu Felisha Minta?
Dilan Janiyar dan Ratu Felisha Minta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dilan Janiyar dan Ratu Felisha Minta matter?
Dilan Janiyar dan Ratu Felisha Minta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
