Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Bola Dunia

Senasib dengan Timnas Indonesia, Sekarang Malaysia yang Jadi Korban Keputusan Aneh Wasit di Piala AFF 2026

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Senasib dengan Timnas Indonesia Sekarang menjadi topik hangat di media sosial Asia Tenggara setelah skuad Harimau Malaya kembali tersandung keputusan

Beritanara.com –

Senasib dengan Timnas Indonesia Sekarang: VAR Hantui Malaysia

Beritanara.com – Senasib dengan Timnas Indonesia Sekarang menjadi topik hangat di media sosial Asia Tenggara setelah skuad Harimau Malaya kembali tersandung keputusan kontroversial teknologi video asisten wasit. Pada leg pertama semifinal Piala AFF 2026 kontra Vietnam, Malaysia menerima perlakuan yang nyaris identik dengan apa yang menimpa timnas Indonesia beberapa pekan sebelumnya. Stadion di Kuala Lumpur bergemuruh kekecewaan ketika monitor VAR membatalkan hadiah tendangan penalti yang dinanti-nanti ribuan suporter tuan rumah.

Dua Momen VAR yang Menguntungkan Vietnam

Media Malaysia, termasuk New Straits Times, menyoroti setidaknya dua insiden di mana peninjauan video dinilai menguntungkan kubu The Golden Star. Insiden paling tajam terjadi pada menit ke-29. G. Pavithran terjatuh di dalam kotak penalti setelah terlibat duel udara dengan Bui Hoang Viet Anh. Para pemain Malaysia langsung menunjuk titik putih, namun wasit Rustam Lutfullin memilih meninjau rekaman terlebih dahulu.

Setelah memeriksa monitor, Lutfullin memutuskan permainan dilanjutkan dengan alasan bahwa Viet Anh lebih dulu menyentuh bola sebelum kontak terjadi. Keputusan itu memicu ledakan protes dari tribun. Sorakan “VAR, VAR” bergema berulang kali, menciptakan suasana yang sangat mirip dengan kekecewaan yang pernah dirasakan pendukung Indonesia di laga sebelumnya.

Reaksi suporter tidak berhenti di situ. Sepanjang sisa pertandingan, setiap keputusan wasit yang berpihak pada Vietnam langsung disambut teriakan kecewaan. Atmosfer stadion berubah menjadi arena kritik terbuka terhadap penerapan teknologi di turnamen regional.

Preseden Indonesia: Kartu Merah yang Dibatal VAR

Sebelum insiden Malaysia terjadi, timnas Indonesia sudah lebih dulu merasakan pahitnya keputusan kontroversial di Piala AFF 2026. Skuad Garuda tersingkir dari turnamen setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Singapura, sebuah hasil yang diwarnai pembatalan kartu merah oleh VAR pada menit ke-55.

Rekonstruksi insiden menunjukkan bahwa Singapura saat itu menguasai bola. Ivar Jenner dan Ui Young Song terlibat adu fisik. Sebelum kiper Izwan Mahbud sempat melepaskan umpan, Ivar menjatuhkan pemain Singapura tersebut. Ui Young Song kemudian bangkit dan melayangkan sikut ke arah tubuh Ivar.

Wasit Abdullah Salim Khalfan Al Amouri pada awalnya mengeluarkan kartu kuning untuk kedua pemain. Karena Ui Young Song sudah memiliki satu kartu kuning sebelumnya, keputusan itu otomatis mengubahnya menjadi kartu merah. Namun kubu Singapura langsung memprotes. Ui Young Song bahkan berjalan keluar area permainan sambil menyampaikan keberatan kepada ofisial keempat sebelum wasit menghentikan laga untuk meninjau monitor.

Setelah melihat rekaman, Al Amouri membatalkan kedua kartu kuning. Ui Young Song batal diusir dan Singapura tetap bermain dengan komposisi penuh. Tidak butuh waktu lama bagi tim tamu untuk memanfaatkannya. Pada menit ke-66, Ilhan Fandi mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga peluit akhir, memastikan Indonesia gagal melaju ke semifinal.

Pola yang berulang ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola Asia Tenggara: apakah penerapan VAR di Piala AFF 2026 sudah cukup konsisten, atau justru menciptakan ketidakpastian baru yang merugikan tim tuan rumah? Senasib dengan Timnas Indonesia Sekarang bukan sekadar kebetulan statistik, melainkan sinyal bahwa standar peninjauan di turnamen ini masih menjadi bahan perdebatan.

“VAR, VAR” — teriakan ribuan pendukung Malaysia dari tribun, mengulang kekecewaan yang sama persis dengan yang dirasakan suporter Indonesia beberapa pekan sebelumnya. Dua negara, satu turnamen, satu rasa frustrasi yang identik.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kontroversi VAR di Piala AFF 2026

Apakah Malaysia benar-benar mendapat perlakuan sama dengan Indonesia? Secara substansi, ya. Kedua tim kehilangan peluang besar akibat pembatalan keputusan oleh VAR: Malaysia kehilangan tendangan penalti, sementara Indonesia kehilangan kartu merah lawan. Namun konteks teknis tiap insiden berbeda, sehingga perbandingan langsung tidak selalu tepat.

Siapa wasit yang memimpin laga Malaysia kontra Vietnam? Rustam Lutfullin memimpin pertandingan tersebut dan menjadi pihak yang mengambil keputusan akhir setelah meninjau monitor VAR pada insiden menit ke-29.

Apakah Indonesia masih berpeluang di Piala AFF 2026? Tidak. Hasil imbang 1-1 kontra Singapura pada babak sebelumnya telah mengeliminasi skuad Garuda dari turnamen. Mereka tidak lagi memiliki jalur untuk melanjutkan kompetisi.

Apakah VAR di Piala AFF 2026 akan diubah aturannya? Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari AFF mengenai perubahan protokol VAR. Namun tekanan dari federasi dan media di berbagai negara anggota diperkirakan akan mendorong evaluasi kebijakan sebelum babak final.

Ikut berdiskusi