Layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu, Pengamat Minta Pemprov DKI Audit Seluruh Pelabuhan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan transportasi publik. Layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu
Transjakarta Diperluas ke Pulau Seribu: Audit Pelabuhan Jadi Prioritas
Beritanara.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan transportasi publik. Layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu sebagai bagian dari visi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk tahun 2027. Namun, pengamat transportasi Deddy Herlambang memberikan catatan penting terkait kesiapan infrastruktur yang ada saat ini.
Menurut Deddy, sebelum ekspansi dilakukan, Pemprov DKI harus memastikan bahwa seluruh pelabuhan penyeberangan telah melalui proses audit menyeluruh. Hal ini menjadi krusial mengingat rencana layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu akan membawa perubahan signifikan dalam pola transportasi masyarakat Jakarta.
Audit Keselamatan Pelabuhan Menjadi Kunci
Deddy menyampaikan pandangannya di Jakarta pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa langkah awal yang harus diambil adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua pelabuhan penyeberangan serta melakukan ramp check pada setiap sarana kapal yang beroperasi.
“Yang pertama adalah audit keselamatan di semua pelabuhan penyeberangan dan ramp check semua sarana penyeberangan (kapal) yang ada,” ujar Deddy.
Menurutnya, hasil dari pemeriksaan kelaikan tersebut akan menentukan nasib kapal-kapal tradisional. Jika kapal dinilai sudah tidak layak lagi, maka sebaiknya segera dipensiunkan dan digantikan dengan armada baru yang lebih modern. Proses ini akan memastikan bahwa layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu berjalan dengan aman dan efisien.
Kesiapan Infrastruktur dan Integrasi Tarif
Selain aspek keselamatan kapal, Deddy juga menyoroti kondisi infrastruktur pelabuhan yang saat ini dinilai belum optimal. Ia menilai Pelabuhan Muara Angke maupun Marina Ancol belum siap menampung lonjakan jumlah penumpang yang lebih besar. Kondisi ini perlu segera ditangani sebelum layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu resmi beroperasi.
“Khusus pelabuhan penyeberangan seperti Muara Angke atau Marina Ancol, akses umumnya masih sederhana. Belum siap untuk melayani demand tinggi,” jelas Deddy.
Di sisi lain, pengamat ini juga menyarankan adanya integrasi tarif antara layanan kapal penyeberangan dengan bus Transjakarta. Menurutnya, skema ini dapat menarik minat masyarakat yang lebih luas untuk memanfaatkan transportasi tersebut. Integrasi tarif ini akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu.
“Jika integrasi tarif ini berhasil, akan menciptakan tarikan penyeberang baru menuju Kepulauan Seribu di sektor pariwisata dan perekonomian Kepulauan Seribu akan menggeliat positif,” paparnya.
Proses Pengkajian dan Payung Hukum
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, telah mengonfirmasi bahwa proses pengalihan pengelolaan transportasi ke Kepulauan Seribu dari Dishub DKI ke Transjakarta sedang dalam tahap pengkajian mendalam. Budi menyatakan bahwa saat ini proses tersebut sedang berjalan secara intensif.
Pihaknya berharap skema, roadmap, serta rencana rinci lainnya dapat segera diselesaikan dengan hasil yang memuaskan bagi semua pihak. Dalam proses ini, Budi menegaskan bahwa Dishub DKI tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Transjakarta, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD), Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta lainnya.
Dari perspektif regulasi, Budi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan payung hukum yang diperlukan. Dokumen hukum tersebut akan berbentuk Peraturan Daerah maupun Peraturan Gubernur, yang akan mengatur berbagai hal mulai dari penetapan tarif dan subsidi, kelembagaan, bentuk penugasan dan perikatan, hingga masa transisi pengelolaan dari Dishub DKI kepada Transjakarta.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ekspansi Transjakarta
Kapan Layanan TransJakarta Akan Diperluas ke Pulau Seribu? Rencana ekspansi ini ditargetkan akan dimulai pada tahun 2027 sesuai dengan visi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Apa saja yang perlu diaudit sebelum ekspansi? Seluruh pelabuhan penyeberangan dan sarana kapal yang beroperasi perlu melalui proses audit keselamatan dan ramp check.
Bagaimana dengan integrasi tarif? Integrasi tarif antara kapal penyeberangan dan bus Transjakarta akan diterapkan untuk menarik lebih banyak pengguna jasa transportasi.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses pengkajian? Dishub DKI, Transjakarta, BPBUMD, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, serta SKPD Pemprov DKI Jakarta lainnya.
Apakah ada perubahan regulasi yang akan dilakukan? Ya, akan diterbitkan Peraturan Daerah maupun Peraturan Gubernur sebagai payung hukum untuk mengatur ekspansi ini.
