Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Pesan Prabowo ke Anak Muda: Bangsa yang Tidak Mengerti Sejarah akan Dihukum Oleh Sejarah

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

Cikarang, Jawa Barat – Dalam acara peluncuran motor listrik nasional yang diselenggarakan pada Kamis (13/8), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan

Prabowo: Bangsa yang Tidak Mengerti Sejarah akan Dihukum

Beritanara.com – Cikarang, Jawa Barat – Dalam acara peluncuran motor listrik nasional yang diselenggarakan pada Kamis (13/8), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda Indonesia. Melalui Pesan Prabowo ke Anak Muda, beliau menekankan pentingnya mengenali sejarah perjuangan bangsa sebagai fondasi identitas nasional yang kokoh.

Indonesia Telah Mencapai Kedewasaan sebagai Bangsa

Menurut pandangan Presiden Prabowo, Indonesia saat ini telah mencapai tahap perkembangan yang lebih matang sebagai negara dan bangsa. Perjalanan menuju kemerdekaan memang tidak berjalan mulus, melainkan memerlukan perjuangan yang panjang dan penuh tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekarang kita sudah lebih matang sebagai negara, sekarang kita sudah lebih matang sebagai bangsa. Kita termasuk bangsa yang relatif muda. Tahun ’45 kita proklamasikan kemerdekaan kita tapi dilanjutkan perang, perang 5 tahun.

Prabowo menjelaskan bahwa masa perjuangan tidak berakhir begitu saja setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Indonesia masih menghadapi berbagai upaya dari penjajah yang tidak ingin melepaskan kendali atas wilayahnya secara total. Perang lima tahun kemudian berhasil memastikan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Perang 5 tahun berhasil kita rebut kemerdekaan kita. Tapi penjajah juga tidak begitu rela ninggalin kita, sehingga begitu merdeka, dalam minggu-minggu pertama kita merdeka, mereka lancarkan kudeta terhadap pemerintah yang baru. Dua minggu sesudah penyerahan kedaulatan.

Mengapa Sejarah Penting bagi Generasi Muda?

Presiden Prabowo secara khusus mengajak para pemuda Indonesia untuk lebih giat mempelajari sejarah tanah air. Ia meyakini bahwa sejarah bukan hanya kumpulan catatan masa lalu, melainkan fondasi penting untuk memahami tantangan masa kini dan masa depan. Melalui Pesan Prabowo ke Anak Muda, beliau ingin generasi muda tidak terulang kesalahan yang sama.

Saudara-saudara, terutama anak-anak muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah.

Pemahaman terhadap sejarah juga menjadi kunci agar Indonesia dapat membaca kepentingan dan perilaku negara-negara lain. Tanpa pengetahuan yang memadai, bangsa ini berisiko mengulangi kesalahan masa lalu dan kembali menjadi pihak yang dirugikan dalam percaturan global.

Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan jadi korban.

Prabowo menegaskan bahwa mempelajari sejarah tidak berarti menumbuhkan rasa permusuhan terhadap bangsa lain. Indonesia tetap harus menjaga karakter sebagai bangsa yang ramah dan terbuka terhadap dunia luar. Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah mengajak masyarakat untuk membenci negara lain.

Sikap baik dan keramahan merupakan ciri khas yang melekat kuat dalam kehidupan berbangsa Indonesia. Dengan memahami sejarah, generasi muda dapat membangun diplomasi yang lebih efektif dan menjaga kedaulatan negara di tengah persaingan global yang semakin ketat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pesan Prabowo

Apa inti dari Pesan Prabowo ke Anak Muda? Inti pesan tersebut adalah pentingnya generasi muda mempelajari sejarah agar tidak dihukum oleh sejarah dan tidak menjadi korban dalam percaturan internasional.

Kapan Prabowo menyampaikan pesan ini? Pesan tersebut disampaikan pada Kamis, 13 Agustus, dalam acara peluncuran motor listrik nasional di Cikarang, Jawa Barat.

Apakah belajar sejarah berarti membenci bangsa lain? Tidak. Prabowo menegaskan bahwa mempelajari sejarah tidak berarti menumbuhkan rasa permusuhan, melainkan untuk memahami perilaku bangsa lain agar Indonesia tidak menjadi korban.

Mengapa Indonesia disebut bangsa yang relatif muda? Indonesia disebut bangsa yang relatif muda karena Proklamasi kemerdekaan baru terjadi pada tahun 1945, namun perjuangan dilanjutkan dengan perang selama lima tahun berikutnya.

Bagaimana cara generasi muda menerapkan pesan ini? Generasi muda dapat menerapkan pesan ini dengan aktif mempelajari sejarah nasional, memahami konteks perjuangan kemerdekaan, dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ikut berdiskusi