Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Usut Penyebab Tewasnya Sutrimo, Polisi Lakukan Pemeriksaan Toksikologi Hingga DNA

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Usut Penyebab Tewasnya Sutrimo Polisi Lakukan - Kasus kematian tragis Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga Jampidsus, kini memasuki fase penyidikan yang lebih

Usut Penyebab Tewasnya Sutrimo Polisi: Pemeriksaan Mendalam Dimulai

Beritanara.com – Usut Penyebab Tewasnya Sutrimo Polisi Lakukan – Kasus kematian tragis Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga Jampidsus, kini memasuki fase penyidikan yang lebih intensif. Polda Metro Jaya resmi mengumumkan peningkatan status kasus ini setelah menyelesaikan tahap penyelidikan awal yang komprehensif. Kombes Pol Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, menyampaikan keputusan strategis tersebut di markas besar kepolisian pada Senin (10/8/2026) pagi.

Menurut Kombes Pol Iman, proses penyelidikan yang sedang berlangsung telah melibatkan pemeriksaan terhadap 24 saksi yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan insiden tersebut. “Kami telah memeriksa atau meminta keterangan dari 24 saksi dalam rangka penyelidikan,” jelas Iman dengan tegas. Hasil penyelidikan dari Polresta Banyumas serta tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjadi dasar utama peningkatan kasus ini ke tahap yang lebih serius.

Ekshumasi Jenazah dan Pengambilan Sampel untuk Analisis Lengkap

Untuk mendapatkan kepastian mutlak mengenai penyebab kematian, jenazah Sutrimo diekskavasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026). Tim dokter forensik yang berpengalaman kemudian mengambil berbagai sampel dari tubuh almarhum untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium terpercaya.

Prof. Yudi, Ketua Tim Dokter Forensik, menjelaskan secara rinci bahwa pemeriksaan toksikologi akan dilakukan secara menyeluruh untuk mendeteksi keberadaan racun dalam tubuh Sutrimo. Selain itu, pemeriksaan histopatologi terhadap jaringan tubuh akan dikerjakan oleh dokter spesialis patologi anatomi yang kompeten. Puslabfor akan menangani analisis toksikologi tersebut dengan standar internasional.

“Kami melakukan pemeriksaan di antaranya yaitu adalah pemeriksaan histopatologi, nanti akan dilakukan oleh dokter spesialis patologi anatomi; pemeriksaan toksikologi yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya nanti akan dilakukan oleh Puslabfor,” kata Yudi kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Pemeriksaan DNA juga menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan penentuan penyebab kematian yang akurat. Prof. Yudi menegaskan bahwa upaya identifikasi akan dilakukan secara komprehensif melalui analisis DNA untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses penyelidikan.

“Kami tetap mengupayakan untuk proses identifikasi dan juga untuk mencari penyebab kematian yang lebih lengkap, yaitu dengan pemeriksaan DNA,” jelasnya.

Estimasi Waktu Penyelesaian Seluruh Pemeriksaan Laboratorium

Menurut Prof. Yudi, seluruh pemeriksaan laboratorium diperkirakan selesai dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Ada tiga jenis pemeriksaan utama yang dilakukan secara paralel, yaitu analisis jaringan (histopatologi), deteksi racun (toksikologi), dan identifikasi DNA untuk memastikan hasil yang akurat.

“Karena pemeriksaan laboratorium ini cukup banyak ya, ada secara garis besar ada tiga, yaitu adalah pemeriksaan histopatologi (yaitu jaringan), ada pemeriksaan untuk toksikologi, dan untuk pemeriksaan DNA. Jadi perkiraan ini perkiraan ya antara sekitar 2 sampai 3 minggu. Itu artinya pemeriksaan laboratoriumnya bisa terselesaikan semua,” ungkap Yudi.

Sutrimo ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic yang berlokasi di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (23/7/2026) dan kini sedang ditelusuri secara mendalam oleh pihak berwenang. Polisi juga sedang memeriksa rekam CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang peristiwa tersebut.

Proses usut penyebab tewasnya Sutrimo polisi juga melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk keluarga almarhum dan saksi-saksi kunci. Tim penyidik memastikan bahwa setiap aspek kasus akan diperiksa dengan teliti untuk menghindari kesalahan dalam menentukan penyebab kematian.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Sutrimo

Berapa jumlah saksi yang sudah diperiksa? Polisi telah memeriksa 24 saksi yang terkait dengan kasus kematian Sutrimo.

Berapa lama estimasi waktu pemeriksaan laboratorium? Seluruh pemeriksaan laboratorium diperkirakan selesai dalam 2 hingga 3 minggu.

Apa saja jenis pemeriksaan yang dilakukan? Terdapat tiga jenis pemeriksaan utama: histopatologi, toksikologi, dan DNA.

Di mana jenazah Sutrimo diekskavasi? Jenazah diekskavasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kapan insiden kematian terjadi? Insiden kematian Sutrimo terjadi pada Kamis (23/7/2026).

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan kasus, pembaca dapat mengunjungi halaman berita nasional TVOne secara berkala.

Ikut berdiskusi