Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Kapolri: Mulai dari Anak Sekolah Hingga UMKM, 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

Robert Williams - beritanara.com 3 mins baca

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan komprehensif mengenai proyek Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Republik

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Manfaat 2 Juta Warga

Beritanara.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan laporan komprehensif mengenai proyek Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Republik Indonesia. Acara peresmian ini berlangsung pada Kamis, 13 Agustus, dan menjadi momen penting bagi Polri dalam menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan infrastruktur nasional.

Menurut Kapolri, Kepolisian Republik Indonesia telah secara mandiri membangun dan merevitalisasi keseluruhan 895 jembatan yang tersebar di 30 Polda di seluruh nusantara. Dari total target tersebut, sebanyak 874 jembatan telah selesai dikerjakan, 17 unit masih dalam tahap pengerjaan, dan 4 jembatan lainnya berada dalam fase perencanaan. Angka-angka ini menunjukkan komitmen tinggi Polri dalam menyelesaikan program infrastruktur strategis.

Manfaat Luas bagi Masyarakat Pedesaan

Kapolri menjelaskan bahwa 874 jembatan yang telah rampung memiliki panjang keseluruhan mencapai 19,2 kilometer. Infrastruktur ini menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat langsung bagi 2 juta orang. Kelompok penerima manfaat meliputi anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat umum.

“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menurut Kapolri merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Program ini juga mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah perdesaan. Melalui program ini, Polri tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Polda Banten Pimpin Jumlah Pembangunan Jembatan

Di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian ini menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.

Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah. Polda Jawa Barat membangun 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.

Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Jembatan Merah Putih Presisi

Apa itu Jembatan Merah Putih Presisi?

Jembatan Merah Putih Presisi adalah program pembangunan dan revitalisasi jembatan yang dikerjakan secara mandiri oleh Kepolisian Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar desa dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Berapa jumlah total jembatan yang dibangun?

Menurut Kapolri, total ada 895 jembatan yang telah direncanakan, dengan 874 jembatan selesai dikerjakan, 17 unit dalam tahap pengerjaan, dan 4 jembatan lainnya dalam fase perencanaan.

Siapa saja yang mendapat manfaat dari program ini?

Program ini memberikan manfaat bagi 2 juta orang, termasuk anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Wilayah mana yang memiliki jumlah jembatan terbanyak?

Polda Banten memimpin dengan 145 jembatan yang dibangun dan direvitalisasi, diikuti oleh Polda Jawa Barat dengan 137 jembatan.

Apakah program ini juga mencakup wilayah terdampak bencana?

Ya, Polri membangun 39 jembatan khusus untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, termasuk enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.

Ikut berdiskusi