Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia Pada Kamis Pagi

Joseph Brown - beritanara.com 3 mins baca

Pada Kamis pagi, kota metropolitan Jakarta kembali menjadi sorotan dunia karena kualitas atmosfernya yang memburuk. Berdasarkan data terbaru dari platform

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia: Analisis Lengkap dan Solusi Pemerintah

Beritanara.com – Pada Kamis pagi, kota metropolitan Jakarta kembali menjadi sorotan dunia karena kualitas atmosfernya yang memburuk. Berdasarkan data terbaru dari platform pemantau kualitas udara IQAir yang dirilis pada pukul 06.00 WIB, Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia dengan nilai Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 156. Angka ini menempatkan Jakarta dalam kategori tidak sehat bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Peringkat ini menunjukkan bahwa Jakarta masih menghadapi tantangan serius dalam mengelola polusi udara. Kota dengan kondisi udara paling buruk di dunia saat ini adalah Uganda dengan nilai AQI sebesar 209. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Kuching, Malaysia dengan angka 176, dan peringkat ketiga diduduki oleh Lahore, Pakistan dengan nilai 173. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat Jakarta.

Strategi Transportasi untuk Mengurangi Emisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini mengimplementasikan tiga strategi utama guna meningkatkan kualitas udara. Langkah pertama melibatkan perluasan jaringan layanan bus Transjabodetabek untuk menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Rute-rute yang diperluas mencakup Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, serta rencana penambahan jalur baru menuju Bandara Soekarno Hatta dari Blok M.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara aktif mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan sistem transportasi publik yang telah disediakan. Bahkan, pemerintah daerah telah mengeluarkan regulasi yang memberikan akses gratis bagi 15 golongan masyarakat terhadap layanan transportasi umum. Hingga saat ini, tingkat konektivitas transportasi di Jakarta telah menyentuh angka 92 persen. Pencapaian ini menempatkan ibu kota di posisi ke-17 dunia dan menjadi yang terbaik kedua di kawasan ASEAN setelah Singapura.

Sektor transportasi sendiri bertanggung jawab atas 50 persen emisi gas buang yang dihasilkan di Jakarta. Oleh karena itu, peningkatan penggunaan transportasi umum menjadi kunci utama dalam menurunkan tingkat polusi udara di kota ini.

“Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu,” ujar Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).

Pengembangan Fasilitas Pengolahan Sampah

Selain fokus pada transportasi, Pemprov DKI juga menaruh perhatian serius terhadap sektor pengelolaan sampah. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) dipercepat di empat lokasi, yaitu Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Seluruh proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Pramono menambahkan bahwa jika semua program ini berjalan sesuai rencana, maka kontribusi emisi di Jakarta akan mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan monitoring kualitas udara secara real-time melalui berbagai stasiun pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kualitas Udara Jakarta

Berapa kali Jakarta masuk dalam daftar kota dengan udara terburuk di dunia? Jakarta secara konsisten masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk, kali ini menempati posisi keenam pada Kamis pagi dengan nilai AQI 156.

Apa yang harus dilakukan warga saat kualitas udara buruk? Warga disarankan memakai masker saat melakukan kegiatan di luar ruangan, menghindari aktivitas fisik berat, dan menutup jendela saat level polusi tinggi.

Berapa persen emisi di Jakarta berasal dari sektor transportasi? Sektor transportasi bertanggung jawab atas 50 persen emisi gas buang yang dihasilkan di Jakarta, sehingga peningkatan penggunaan transportasi umum menjadi prioritas utama.

Kapan fasilitas ITF di Jakarta diharapkan beroperasi? Seluruh proyek fasilitas ITF di empat lokasi ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun ini untuk membantu mengurangi polusi dari pembakaran sampah.

Ikut berdiskusi