Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Alasan Satu JPO “Love-Hate Relationship” yang Viral di Rasuna Said Dibongkar: Tidak Ramah Disabilitas

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

Alasan Satu JPO Love Hate Relationship yang selama ini menjadi perbincangan publik akhirnya terungkap secara jelas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi

Alasan Satu JPO “Love-Hate Relationship” yang Viral di Rasuna Said Dibongkar: Tidak Ramah Disabilitas

JPO Rasuna Said Dibongkar: Alasan Satu JPO Love Hate Terungkap

Beritanara.com – Alasan Satu JPO Love Hate Relationship yang selama ini menjadi perbincangan publik akhirnya terungkap secara jelas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi mengumumkan rencana pembongkaran salah satu jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said. Jembatan penyeberangan ini memang dikenal masyarakat dengan julukan “Love-Hate Relationship” karena kondisi dan fungsinya yang tidak konsisten dalam melayani kebutuhan pejalan kaki.

Keputusan strategis ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur yang ada. Pramono menjelaskan bahwa faktor utama di balik rencana pembongkaran adalah masalah aksesibilitas bagi masyarakat penyandang disabilitas. Kondisi infrastruktur saat ini dinilai belum memadai untuk memenuhi kebutuhan mobilitas kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik.

“Alasannya yang satu JPO (di Rasuna Said) akan kita bongkar adalah karena betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Aksesibilitas yang Masih Menjadi Masalah

Hasil inspeksi langsung di lokasi menunjukkan adanya perbedaan ketinggian yang cukup signifikan antara akses JPO dengan area sekitarnya. Kondisi topografi ini menjadi hambatan utama bagi pengguna kursi roda maupun penyandang disabilitas lainnya yang ingin memanfaatkan fasilitas penyeberangan tersebut. Ketidaksesuaian level ini membuat mobilitas menjadi sulit dan tidak nyaman.

“Yang lama sudah tidak ada lift, sehingga tidak mudah untuk diakses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas,” katanya.

“Kalau kita sambungkan, ada beda tinggi yang cukup tinggi sehingga itu menyebabkan masyarakat yang menyandang disabilitas tidak bisa memanfaatkan lokasi atau tempat tersebut,” sambungnya.

Perencanaan Perbaikan Komprehensif

Setelah proses pembongkaran selesai, hanya akan tersisa satu JPO di lokasi strategis tersebut. Gubernur memastikan bahwa pemeliharaan menyeluruh akan dilakukan secara komprehensif, termasuk perbaikan sistem lift dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang selama ini belum berfungsi optimal.

“Dan yang baru nanti sepenuhnya maintenance-nya kita perbaiki, kita permudah, termasuk lift dan sebagainya yang sudah kita lakukan pengecekan sehingga mudah-mudahan tidak lagi love and hate, tidak lagi love and love atau love-nya satu aja,” harapnya.

Perbandingan Dua JPO di Rasuna Said

Secara fungsional, kedua JPO di kawasan Rasuna Said memiliki peran yang sama, yaitu sebagai fasilitas penyeberangan masyarakat dan mendukung akses terhadap layanan transportasi modern seperti LRT. Namun, terdapat perbedaan mendasar pada usia konstruksi dan desain arsitektural keduanya yang mempengaruhi kualitas pelayanan.

“Yang satu, yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu lebih lama (umurnya). Kalau dilihat desainnya, pasti desain tahun 80-an atau 90-an awal. Sementara, yang satu dibuat oleh LRT dan juga KAI. Ini yang lebih baru,” ungkapnya.

Oleh karena itu, JPO lama milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan dibongkar, sedangkan JPO yang lebih baru akan dipertahankan dan fasilitasnya diperbaiki untuk memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi alasan satu JPO love hate relationship di kawasan Rasuna Said.

Frequently Asked Questions

Kapan rencana pembongkaran JPO Rasuna Said akan dilaksanakan? Rencana pembongkaran akan segera dilaksanakan setelah pengumuman resmi dari Gubernur DKI Jakarta. Proses ini akan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pejalan kaki dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.

Apa yang akan terjadi dengan JPO yang akan dibongkar? JPO lama yang akan dibongkar adalah yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan desain tahun 80-an atau 90-an awal. Setelah dibongkar, area tersebut akan difungsikan kembali dengan fasilitas yang lebih modern.

Bagaimana dengan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas setelah perbaikan? Setelah perbaikan komprehensif, termasuk perbaikan lift dan penyesuaian level akses, JPO baru diharapkan dapat melayani seluruh masyarakat termasuk penyandang disabilitas dengan lebih optimal dan nyaman.

Apakah ada gangguan lalu lintas selama proses pembongkaran? Proses pembongkaran akan dilakukan dengan perencanaan matang untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. Pejalan kaki akan tetap memiliki akses alternatif selama proses konstruksi berlangsung.

Ikut berdiskusi