Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air
Penyelidikan intensif terus dilakukan oleh pihak kepolisian terkait Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok yang hingga kini belum berhasil ditemukan kembali
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan
Beritanara.com – Penyelidikan intensif terus dilakukan oleh pihak kepolisian terkait Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok yang hingga kini belum berhasil ditemukan kembali. Kombes Pol Iman Imanuddin, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa tim penyidik masih melakukan pencarian terhadap dua potongan kaki milik korban yang dibuang oleh tersangka Saepul (26) ke dalam aliran sungai di kawasan Pitara, Depok.
Iman menjelaskan bahwa penyidik dari Satreskrim Polres Depok bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya menemukan potongan tubuh bagian bawah korban. “Tim dari Penyidik Satreskrim Polres Depok bersama-sama dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus berupaya masih mencari masih potongan badan bagian bawah, dua kaki ya, yang dibuang oleh tersangka,” ujar Iman dalam pernyataannya yang dikutip pada Sabtu (9/8/2026).
Dua Kendala Utama dalam Pencarian
Menurut Iman, ada dua faktor utama yang menghambat proses pencarian potongan tubuh korban. Pertama, ketidakpastian mengenai titik pasti tempat tersangka membuang kaki korban. Kedua, kondisi aliran air yang berpotensi membawa potongan tubuh tersebut semakin jauh dari lokasi awal pembuangan.
Masalah titik kepastian pelaku membuangnya di mana awalnya. Kemudian, ada aliran air juga yang bisa cukup untuk membawa potongan itu terbawa arus, sehingga kami harus menelusuri aliran sungai, katanya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihak kepolisian telah mengerahkan tim K9 dan mengatur durasi pencarian secara strategis demi mencapai efektivitas maksimal. Iman menambahkan bahwa koordinasi antara tim K9 dan personel lainnya sangat penting agar pencarian dapat berlangsung berkelanjutan hingga potongan tubuh yang hilang ditemukan.
Latar Belakang Kasus Mutilasi di Depok
Kasus ini bermula ketika warga Depok digegerkan oleh penemuan sebuah karung berisi jasad manusia dalam kondisi tidak lengkap di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas. Setelah penyelidikan lebih lanjut, terungkap bahwa Saepul adalah pelaku di balik aksi mengerikan tersebut. Korban merupakan seorang pria berusia 51 tahun dengan inisial K.
Keduanya telah saling mengenal melalui media sosial sebelum akhirnya memutuskan untuk bertemu di kontrakan Saepul di Cipayung pada tanggal 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut berujung pada pembunuhan dan mutilasi tubuh korban. Pelaku melakukan mutilasi dengan tujuan menghilangkan jejak identitas korban.
Setelah kejadian, tubuh korban dibuang di kawasan Tanah Merah, sementara kedua kaki korban dilemparkan ke aliran sungai di wilayah Pitara. Polisi juga menemukan fakta menarik bahwa Saepul berniat menguasai harta benda korban. Berdasarkan keterangan yang diterima, tersangka sempat melihat korban berfoto bersama motor PCX miliknya.
Pelaku kemudian menjual motor korban sebelum akhirnya ditangkap di Banten saat sedang berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. (ant/nsi)
FAQ Kasus Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok
Siapa tersangka dalam kasus mutilasi Depok? Tersangka adalah Saepul, seorang pria berusia 26 tahun yang telah dikenal korban melalui media sosial.
Dimana lokasi pembuangan potongan kaki korban? Kedua potongan kaki korban dilemparkan ke aliran sungai di kawasan Pitara, Depok.
Mengapa potongan kaki sulit ditemukan? Dua kendala utama adalah ketidakpastian titik pembuangan dan aliran air yang membawa potongan tubuh semakin jauh.
Kapan tersangka ditangkap? Saepul ditangkap di Banten saat sedang berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian setelah menjual motor korban.
Apakah ada motif lain selain mutilasi? Ya, Saepul juga berniat menguasai harta benda korban termasuk motor PCX milik korban yang kemudian dijualnya.
