Skip to content
Fresh Desk
Agustus 31, 2026
Nasional

Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Tim DVI Polri Diterjunkan untuk Antisipasi Identifikasi Korban

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta Tim DVI Polri kini telah memasuki fase stabilisasi. Situasi di lokasi kebakaran Gedung Bapenda Jakarta telah kondusif setelah

Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Tim DVI Polri Diterjunkan untuk Antisipasi Identifikasi Korban

Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta: Tim DVI Siaga Identifikasi Korban

Beritanara.com – Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta Tim DVI Polri kini telah memasuki fase stabilisasi. Situasi di lokasi kebakaran Gedung Bapenda Jakarta telah kondusif setelah petugas pemadam kebakaran bekerja keras sejak malam hingga pagi hari. Berdasarkan pantauan yang dilakukan, separuh bagian bangunan terlihat hangus, khususnya pada area tengah hingga ke atas. Puing-puing hasil kebakaran tersebar di halaman lobi gedung, sementara garis polisi telah dipasang sebagai batas agar masyarakat tidak memasuki zona berbahaya.

Di dalam gedung, kerusakan sangat terlihat jelas. Kaca-kaca pecah berserakan dan terdapat kerusakan parah di sisi bangunan. Meskipun bau gosong masih tercium, aroma tersebut tidak terlalu menyengat. Beberapa warga yang melintas di sekitar lokasi sesekali menoleh ke arah tempat kejadian. Proses evakuasi dan pembersihan puing-puing masih terus berlangsung untuk memastikan keamanan seluruh pihak.

Tim Khusus Dikerahkan untuk Identifikasi Korban

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya telah mengerahkan Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) serta Tim Disaster Victim Identification (DVI). Kehadiran kedua tim ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan mengantisipasi kebutuhan identifikasi korban jika diperlukan. Tim DVI yang terdiri dari para ahli forensik siap melakukan identifikasi menggunakan berbagai metode termasuk DNA, sidik jari, dan dental records.

Memberikan dukungan pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi kebutuhan penanganan dan identifikasi korban. Biddokkes juga berkoordinasi dengan Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, kata Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, pada Sabtu (8/8/2026).

Budi Hermanto menambahkan bahwa hingga saat ini tercatat satu orang korban yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ia menegaskan bahwa Biddokkes terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait di lokasi untuk memastikan proses penanganan kebakaran berjalan dengan optimal. Koordinasi ini mencakup komunikasi dengan rumah sakit terdekat dan tim medis lainnya.

Detail Kebakaran dan Proses Pemadaman

Api sempat membakar enam lantai gedung, mulai dari lantai 11 hingga lantai 16. Kebakaran ini pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan bahwa material yang terbakar menjadi salah satu penyebab proses pemadaman berlangsung lebih lama dari biasanya. Beberapa material di dalam gedung termasuk furnitur dan dokumen yang mudah terbakar.

Terkait pemadaman kami berupaya secepat mungkin se-efektif mungkin untuk melakukan pemadaman. Terkait material yang terbakar itu yang menjadi salah satu penyebab kebakaran sedikit agak lama, ujar Bayu pada Sabtu (8/8/2026).

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas pemadam tetap bertahan di lantai 10 untuk mencegah api merambat kembali ke bagian gedung lainnya. Mereka juga melakukan pendinginan dan menyisir setiap lantai secara menyeluruh. Proses ini membutuhkan waktu tambahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di dalam bangunan.

Koordinasi dan Langkah Selanjutnya

Tim DVI dan Biddokkes Polda Metro Jaya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Langkah-langkah preventif telah diambil untuk mengantisipasi kemungkinan korban tambahan. Identifikasi korban menjadi prioritas utama mengingat pentingnya proses ini untuk keluarga yang menunggu kabar.

Proses investigasi penyebab kebakaran juga sedang berlangsung. Petugas dari berbagai instansi bekerja sama untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan. Hasil investigasi akan membantu menentukan penyebab utama dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

FAQ Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta

Siapa saja tim yang dikerahkan untuk menangani kebakaran ini? Tim yang dikerahkan meliputi Tim DVI (Disaster Victim Identification), Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) dari Biddokkes Polda Metro Jaya, serta petugas pemadam kebakaran dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta.

Berapa lantai gedung yang terbakar? Api membakar enam lantai gedung, yaitu dari lantai 11 hingga lantai 16. Proses pemadaman memerlukan waktu lebih lama karena material yang terbakar.

Bagaimana proses identifikasi korban dilakukan? Tim DVI menggunakan berbagai metode identifikasi termasuk DNA, sidik jari, dan rekaman dental. Koordinasi dengan Instalasi Forensik RS Polri Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri juga dilakukan.

Kapan kebakaran pertama kali dilaporkan? Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada Sabtu (8/8/2026). Hingga pagi hari, situasi telah kondusif.

Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini? Hingga saat ini tercatat satu orang korban yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Proses identifikasi korban masih berlangsung.

Ikut berdiskusi