Media Inggris Ungkap Skandal Match Fixing di Piala AFF 2026
Beritanara.com – Media Inggris Ungkap Skandal Match Fixing yang diduga melibatkan pemain Timnas Laos di Piala AFF 2026. Laporan tersebut datang dari The Guardian, yang menyebut Soukphachan Lueanthala berada dalam tahanan di tengah penyelidikan mengenai dugaan manipulasi pertandingan, perjudian ilegal, dan penyuapan.
Lueanthala merupakan winger Salavan United yang membela Laos pada ajang tersebut. Dalam laporan media Inggris itu, ia diduga memiliki kaitan dengan sindikat perjudian yang diyakini berasal dari Vietnam. Namun, informasi mengenai penangkapan tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Federasi Sepak Bola Laos atau Lao Football Federation (LFF), maupun kepolisian Laos.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut integritas kompetisi sepak bola regional. Dugaan pengaturan pertandingan tidak hanya berpotensi merugikan tim yang bertanding, tetapi juga dapat mengikis kepercayaan suporter terhadap hasil pertandingan dan proses kompetisi secara keseluruhan.
Penyelidikan LFF dan pemeriksaan pemain Laos
Menurut laporan The Guardian yang dikutip pada Jumat (9/10/2026), Lueanthala diduga ditangkap setelah sejumlah anggota skuad Laos menjalani interogasi polisi. Pemeriksaan itu berlangsung setelah tim kembali dari laga terakhir mereka di Piala AFF melawan Myanmar pada awal Agustus.
Menurut sumber yang dekat dengan Timnas Laos, pemain tersebut ditangkap setelah beberapa anggota skuad diinterogasi polisi usai pertandingan terakhir Piala AFF melawan Myanmar. Penangkapan itu belum dikonfirmasi LFF atau polisi Laos, tetapi The Guardian menyatakan pemain tersebut berada dalam tahanan.
LFF sebelumnya telah membuka penyelidikan atas dugaan penyuapan, perjudian ilegal, serta manipulasi pertandingan. Federasi kemudian menyerahkan perkara ini kepada kepolisian pada 7 Agustus 2026. Langkah tersebut menunjukkan bahwa dugaan pelanggaran ini diproses melalui jalur penegakan hukum, meski rincian hasil penyelidikan belum diumumkan secara terbuka.
Media Inggris Ungkap Skandal Match ini juga menyoroti dugaan peran Lueanthala dalam perkara tersebut. Berdasarkan sumber yang mengetahui tuduhan itu dan tidak ingin disebut namanya, pemain tersebut diduga memberi instruksi kepada rekan setim serta bertindak sebagai penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat. Tuduhan itu tetap perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan hukum yang berlaku.
Hasil buruk Laos ikut menjadi sorotan
Sorotan terhadap Timnas Laos meningkat setelah rangkaian hasil mereka di fase grup Piala AFF 2026. Tim asuhan Vladica Grujic menelan empat kekalahan beruntun dengan selisih gol yang besar. Laos kalah 0-5 dari Thailand, tumbang 0-4 dari Malaysia, kalah 1-4 dari Filipina, dan kemudian menyerah 2-7 saat menghadapi Myanmar.
Hasil pertandingan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pengaturan skor. Namun, rangkaian kekalahan itu menjadi bagian dari konteks yang membuat dugaan match fixing semakin mendapat perhatian publik. Penyelidikan tetap diperlukan untuk membedakan performa buruk di lapangan dari kemungkinan pelanggaran integritas kompetisi.
Kasus yang diungkap media Inggris ini turut mengingatkan kembali pada persoalan lama sepak bola Laos. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa setelah ia dinyatakan bersalah terkait upaya manipulasi pertandingan internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.
Selain dugaan pengaturan pertandingan, kesejahteraan pemain juga menjadi topik yang ikut dibicarakan. Seorang sumber yang memahami sepak bola Laos mengklaim bahwa pemain hanya menerima sekitar 10 dolar AS per hari ketika bergabung dengan tim nasional. Klaim tersebut menambah perbincangan mengenai kondisi finansial pemain dan kerentanan yang dapat muncul dalam ekosistem sepak bola.
FAQ Skandal Match Fixing Piala AFF 2026
Apakah penangkapan pemain Laos sudah dikonfirmasi resmi?
Belum. LFF dan kepolisian Laos belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penangkapan Soukphachan Lueanthala, meski The Guardian melaporkan bahwa pemain tersebut berada dalam tahanan.
Apa yang sedang diselidiki oleh Federasi Sepak Bola Laos?
LFF menyelidiki dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan. Perkara tersebut telah diserahkan kepada kepolisian pada 7 Agustus 2026.
Apakah kekalahan Laos menjadi bukti match fixing?
Tidak. Kekalahan Laos di fase grup tidak dapat dianggap sebagai bukti pengaturan pertandingan. Dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan resmi dan proses hukum.

