Srondeng Optimistis Tambah Medali Indonesia di Final Panjat Tebing
Beritanara.com – Lolos ke Babak Final Panjat Tebing nomor lead putra Asian Games 2026, Putra Tri Ramadani atau Srondeng optimistis dapat memberikan hasil terbaik untuk Indonesia. Atlet panjat tebing tersebut akan tampil di partai puncak yang digelar di Port Messe Nagoya Exhibition Hall pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Final ini menjadi pengalaman pertama Srondeng di Asian Games. Meski menghadapi tekanan besar, ia membawa modal berharga dari penampilannya di kompetisi internasional sepanjang 2026, termasuk meraih emas di Praha dan perunggu di Koper, Slovenia.
Evaluasi Semifinal untuk Menatap Final
Srondeng menilai ada beberapa hal teknis yang perlu dibenahi setelah tampil pada semifinal. Salah satunya adalah ketepatan memilih pegangan saat membaca rute. Dalam nomor lead, keputusan kecil di dinding dapat menentukan seberapa tinggi seorang atlet mampu mencapai rute.
Sebenarnya tidak terlalu susah, cuma saya salah mengambil pegangan. Seharusnya tadi saya mengambil pegangan di sebelah kiri, dari bawah. Tadi saya sempat mengambil pegangan yang kecil, padahal ada pegangan lain yang lebih enak. Kalau bisa mendapatkan pegangan itu, seharusnya lebih mudah.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum ia kembali memanjat di final. Srondeng memasang target untuk mencapai puncak rute atau top, istilah yang digunakan ketika atlet berhasil menuntaskan jalur hingga bagian tertinggi.
Targetnya top, sampai atas. Cuma mungkin nanti di final bisa membalas lagi.
Lolos ke Babak Final Panjat Tebing memberi Srondeng kesempatan untuk memperbaiki penampilan dan membuktikan kemampuannya di hadapan para pesaing terbaik Asia. Ia juga menegaskan bahwa pencapaian podium tetap menjadi sasaran pribadi yang ingin diwujudkan.
Persaingan Asian Games Setara World Cup
Menurut Srondeng, kualitas persaingan di Asian Games tidak jauh berbeda dengan seri World Cup. Pengalaman menghadapi pemanjat dari berbagai negara di ajang internasional membuatnya memahami tingginya tantangan yang akan dihadapi di final.
Kalau di Asian Games ini, persaingannya tidak jauh berbeda dengan World Cup. Permainannya juga kurang lebih sama. Jadi sebenarnya seperti ajang World Cup juga.
Namun, penampilan perdana di Asian Games tetap membawa tekanan tersendiri. Srondeng mengaku rasa tegang yang dirasakannya hampir sama seperti ketika pertama kali berlaga pada final World Cup.
Ini pertama kali tampil di Asian Games, sebenarnya lebih deg-degan. Hampir sama seperti pertama kali turun final di World Cup, deg-degannya luar biasa.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, ia dan tim harus cepat menyesuaikan diri dengan kondisi arena serta karakter rute final. Fokus, ketahanan fisik, dan kemampuan membaca jalur menjadi unsur penting dalam persaingan nomor lead.
Jadi kami perlu beradaptasi, tetapi waktunya juga sudah tidak banyak untuk adaptasi. Mau tidak mau harus langsung dijalani.
Empat Wakil Indonesia Tembus Final Lead
Srondeng bukan satu-satunya wakil Indonesia di final lead putra. Ramadhan Raviandi juga melaju setelah menempati posisi ketujuh semifinal dengan catatan 23 hold. Kehadiran keduanya memberi Indonesia dua peluang di sektor putra.
Di nomor lead putri, Indonesia juga mengirimkan Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany ke final. Sukma berada di peringkat keenam semifinal dengan raihan 39 hold, sedangkan Alma menempati posisi ketujuh dengan catatan yang sama.
Dengan empat atlet di fase puncak, peluang Indonesia untuk menambah medali dari panjat tebing tetap terbuka. Lolos ke Babak Final Panjat Tebing menjadi modal penting, tetapi hasil akhir akan ditentukan oleh kemampuan para atlet menghadapi rute final.
FAQ Panjat Tebing Lead Asian Games 2026
Apa target Srondeng pada final lead putra?
Srondeng menargetkan podium dan berusaha mencapai top atau puncak rute pada pertandingan final.
Siapa saja wakil Indonesia di final nomor lead?
Indonesia memiliki empat finalis, yaitu Srondeng dan Ramadhan Raviandi di lead putra, serta Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany di lead putri.
Apa arti top dalam panjat tebing lead?
Top berarti atlet berhasil mencapai bagian paling atas rute. Dalam nomor lead, pencapaian pegangan tertinggi menjadi faktor utama penilaian.

