Jatim

Operasi SAR Hari Kedua, Penyelam Hilang di Perairan Kalibuntu Belum Ditemukan

6abfb40be7ca9-penyelam-dari-kepala-kantor-pencarian-dan-pertolongan-banyuwangi-saat-mencari-korban_488_274

Operasi SAR Hari Kedua Penyelam Hilang di Kalibuntu Belum Berhasil

Beritanara.com – Operasi SAR Hari Kedua Penyelam hilang di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kembali mencari Ismail (58), warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, yang dilaporkan hilang saat terlibat dalam evakuasi korban di sekitar bangkai kapal karam.

Pencarian pada Jumat (2/10) dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Hingga kegiatan ditutup melalui debriefing pukul 17.00 WIB, keberadaan Ismail belum ditemukan. Tim kemudian menyiapkan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya di kawasan perairan tersebut.

Berbagai unsur terlibat dalam operasi ini, mulai dari petugas penyelamatan, aparat, relawan, keluarga korban, hingga nelayan setempat. Pembagian tugas dilakukan agar pencarian di bawah laut dan penyisiran di permukaan dapat berjalan secara bersamaan.

Penyelaman dan Penyisiran Permukaan Laut

Tim SAR gabungan membagi pencarian ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU I bertugas melakukan penyelaman di sekitar titik terakhir korban diketahui berada. Lokasi itu menjadi fokus utama karena Ismail hilang ketika proses evakuasi berlangsung di dekat bangkai kapal yang tenggelam.

Sementara itu, SRU II melakukan pencarian visual dari permukaan laut. Kelompok ini menggunakan perahu nelayan dan rubber boat milik BPBD Kabupaten Probolinggo untuk menyusuri area pencarian yang telah ditentukan.

Penyisiran di permukaan memakai pola parallel search pattern, yakni metode pencarian dengan jalur-jalur sejajar. Pola tersebut digunakan untuk membantu tim memeriksa wilayah perairan secara lebih terarah dan mengurangi kemungkinan ada area yang terlewat.

Area pencarian di permukaan mencapai sekitar 4 mil laut persegi. Luasnya wilayah yang harus diperiksa membuat koordinasi menjadi penting, terutama karena tim harus bekerja dalam dua kondisi berbeda, yaitu di bawah permukaan laut serta dari atas perahu.

53 Personel Diterjunkan dalam Pencarian

Sebanyak 53 personel ikut dalam pencarian pada hari kedua. Mereka berasal dari Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi, TNI AL, Polri, TNI AD, BPBD Kabupaten Probolinggo, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, Tagana, relawan penyelam, komunitas rescue, keluarga korban, dan nelayan sekitar.

Peran nelayan setempat membantu pergerakan tim di perairan Kalibuntu, termasuk melalui penggunaan perahu untuk menyusuri sektor pencarian. Di sisi lain, para penyelam memeriksa area di sekitar lokasi kejadian yang berkaitan dengan hilangnya korban pada Kamis siang.

Setiap unsur menjalankan peran yang saling melengkapi. Tim penyelam memusatkan perhatian pada area bawah laut, sedangkan tim permukaan melakukan pengamatan visual dan menyisir rute yang ditetapkan. Hasil dari setiap pencarian kemudian dikumpulkan sebagai bahan evaluasi operasi.

“Hari ini tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan metode penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta pencarian visual di permukaan laut. Namun hingga pelaksanaan debriefing pada pukul 17.00 WIB, korban masih belum ditemukan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa.

Pencarian Dilanjutkan pada Sabtu Pagi

Setelah Operasi SAR Hari Kedua Penyelam ditutup pada Jumat sore, tim menjadwalkan pencarian lanjutan pada Sabtu (3/10). Operasi hari ketiga direncanakan dimulai pukul 06.30 WIB.

Evaluasi strategi menjadi bagian dari persiapan sebelum tim kembali bergerak. Informasi dari penyisiran sebelumnya akan digunakan untuk mendukung pengaturan pencarian berikutnya di Perairan Kalibuntu.

Kondisi cuaca dan situasi di lapangan juga terus diperhatikan karena berpengaruh terhadap keselamatan personel serta efektivitas operasi di laut. Tim SAR gabungan tetap mengutamakan koordinasi antarlembaga dalam menjalankan pencarian.

“Kami berharap kondisi cuaca dan situasi di lapangan mendukung pelaksanaan pencarian sehingga korban dapat segera ditemukan. Seluruh unsur SAR akan terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi terhadap strategi pencarian,” ungkap Oka.

Hingga Jumat petang, keluarga korban dan seluruh unsur yang terlibat masih menunggu hasil dari pencarian lanjutan. Operasi berikutnya tetap memusatkan perhatian pada kawasan perairan Kalibuntu dengan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi tim.

FAQ Operasi Pencarian di Perairan Kalibuntu

Kapan pencarian hari ketiga dimulai?

Pencarian berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (3/10) mulai pukul 06.30 WIB.

Di mana lokasi pencarian dilakukan?

Pencarian dilakukan di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, terutama di sekitar titik korban terakhir diketahui berada dekat bangkai kapal karam.

Bagaimana metode pencarian yang digunakan?

Tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta pencarian visual di permukaan laut menggunakan perahu nelayan dan rubber boat. Penyisiran permukaan dilakukan dengan pola jalur sejajar.

Siapa saja yang terlibat?

Operasi melibatkan 53 personel dari Kantor SAR Banyuwangi, unsur TNI dan Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, dinas terkait, Tagana, relawan, keluarga korban, komunitas rescue, serta nelayan setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *