Tujuh Pemain Tidak Bisa Lagi Membela Malaysia Meski Masa Sanksi Berakhir
Beritanara.com – Berakhirnya hukuman larangan beraktivitas di sepak bola tidak membuka jalan bagi tujuh pemain naturalisasi untuk kembali mengenakan seragam Timnas Malaysia. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menegaskan bahwa Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel tetap tidak diperbolehkan mewakili negara tersebut.
Masa sanksi FIFA selama 12 bulan terhadap ketujuh pemain itu dinyatakan selesai pada 1 Oktober 2026. Akan tetapi, selesainya periode hukuman tersebut tidak mengubah larangan FIFA terkait kelayakan mereka tampil untuk Malaysia di level internasional.
Kasus ini berawal dari pelanggaran yang berkaitan dengan pemalsuan serta perubahan dokumen kelahiran. Perkara tersebut membuat status kewarganegaraan dan kelayakan bermain para pemain menjadi sorotan, terutama karena mereka sebelumnya diproyeksikan memperkuat tim nasional Malaysia.
FAM Tegaskan Larangan Tetap Berlaku
Presiden FAM Datuk Ab Ghani Hassan menyampaikan bahwa keputusan mengenai status para pemain tersebut bukan semata-mata ditentukan oleh federasi. FIFA, kata dia, tidak memberikan izin kepada ketujuh pemain untuk kembali tampil sebagai wakil Malaysia.
Tidak, tidak. Para pemain itu tidak bisa mewakili negara. Karena FIFA tidak mengizinkannya.
Pernyataan itu memperjelas perbedaan antara habisnya masa sanksi personal dan hak untuk membela sebuah tim nasional. Dalam kasus ini, para pemain memang telah menyelesaikan larangan beraktivitas sepak bola selama satu tahun, tetapi pembatasan terhadap status mereka sebagai pemain Malaysia masih tetap ada.
Bagi tim nasional, situasi tersebut berarti ketujuh nama itu tidak dapat kembali masuk ke dalam rencana pemanggilan pemain. Keputusan ini juga membuat FAM perlu mempertimbangkan pilihan lain dalam menyusun kekuatan tim, tanpa mengandalkan pemain yang statusnya masih tidak memenuhi ketentuan FIFA.
Denda untuk FAM dan Para Pemain
FIFA sebelumnya menjatuhkan denda sebesar CHF350.000 kepada FAM dalam perkara tersebut. Selain hukuman untuk federasi, masing-masing pemain menerima denda CHF2.000 serta larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan.
Sanksi itu berkaitan dengan dugaan pemalsuan dan modifikasi dokumen yang digunakan dalam proses naturalisasi. Kasus administrasi semacam ini memiliki dampak besar dalam sepak bola internasional karena kelayakan pemain untuk membela suatu negara bergantung pada dokumen dan syarat yang harus dapat dipertanggungjawabkan.
FAM bersama para pemain sempat mengajukan banding, tetapi FIFA menolaknya. Dengan demikian, sanksi yang telah dijatuhkan tetap berlaku. Persoalan ini kemudian berlanjut ke Mahkamah Timbang Tara Sukan atau CAS, sehingga status tujuh pemain tersebut masih menjadi bagian penting dari proses yang berjalan.
Penanganan perkara melalui CAS menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya menyangkut masa hukuman yang telah selesai, melainkan juga konsekuensi hukum dan administratif yang lebih luas. Selama belum ada perubahan resmi terhadap kelayakan mereka, FAM tidak dapat memasukkan para pemain tersebut sebagai wakil Malaysia.
Status Paspor dan Kewarganegaraan Akan Dibahas
Di sisi lain, FAM berencana bertemu Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail. Pertemuan itu ditujukan untuk membahas persoalan paspor dan kewarganegaraan yang terkait dengan para pemain naturalisasi tersebut.
Ab Ghani menekankan bahwa urusan kewarganegaraan maupun penerbitan paspor berada di luar kewenangan federasi sepak bola. Karena itu, FAM membutuhkan penjelasan dari pihak pemerintah agar posisi setiap pemain dapat dipahami secara jelas.
Masalah yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan penerbitan paspor berada di luar yurisdiksi FAM. Jadi, kita semua akan mencari klarifikasi dan bekerja sama erat dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menemukan solusi terbaik.
Pembahasan bersama Kementerian Dalam Negeri menjadi penting karena status paspor dan kewarganegaraan tidak bisa dipisahkan dari persoalan yang telah mencuat di sepak bola. FAM dapat mengatur program tim nasional dan kompetisi domestik dalam ruang lingkup sepak bola, tetapi penetapan dokumen negara merupakan kewenangan lembaga pemerintah.
Bagi publik, perkembangan ini menegaskan bahwa naturalisasi pemain tidak hanya berhenti pada kemampuan di lapangan atau kebutuhan teknis sebuah tim. Proses tersebut juga harus memenuhi persyaratan hukum, administrasi, dan ketentuan organisasi sepak bola internasional. Ketika salah satu unsur dipermasalahkan, dampaknya dapat menjalar hingga ke status pemain di tim nasional.
Dengan sanksi 12 bulan yang telah berakhir sejak 1 Oktober 2026, ketujuh pemain kini tidak lagi menjalani larangan aktivitas sepak bola seperti sebelumnya. Namun, mereka tetap tidak bisa kembali membela Malaysia karena FIFA tidak memberikan izin. Sementara proses di CAS dan pembahasan mengenai paspor serta kewarganegaraan berlanjut, FAM akan mencari kejelasan bersama pemerintah Malaysia mengenai langkah terbaik berikutnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sanksi FIFA Selesai FAM Pastikan 7 Pemain?
Sanksi FIFA Selesai FAM Pastikan 7 Pemain is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sanksi FIFA Selesai FAM Pastikan 7 Pemain matter?
Sanksi FIFA Selesai FAM Pastikan 7 Pemain matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

