Nasional

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia “Dikit-Dikit Kursi, Dikit-Dikit Sakit”, Wamenhaj: Seharusnya Membimbing

6abb0bf48c39b-viral-pembimbing-umrah-diduga-hina-jemaah-lansia-dikit-dikit-kursi-dikit-dikit-sakit_488_274

Video Pembimbing Umrah dan Jemaah Lansia Jadi Sorotan

Beritanara.com – Sebuah rekaman yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik karena memperlihatkan seorang pembimbing umrah, atau muthowwif, melontarkan ucapan yang dinilai merendahkan jemaah lanjut usia. Dalam video tersebut, sejumlah jemaah lansia terlihat berada di dalam lift dengan menggunakan kursi roda.

Rekaman itu menampilkan situasi pendampingan jemaah saat menjalankan perjalanan ibadah di Tanah Suci. Namun, sorotan muncul bukan pada kondisi perjalanan, melainkan pada komentar yang disampaikan oleh pria yang merekam video tersebut. Ucapannya dipandang tidak mencerminkan sikap empati terhadap jemaah yang membutuhkan bantuan fisik.

“Kalau bisa jangan berangkat umrah pas tua-tua. Nah, harus nambah kursi, dikit-dikit kursi, itu sudah duit, enggak ada yang gratis ini,” katanya.

Dalam lanjutan video, ia kembali menyinggung usia, kondisi kesehatan, serta penggunaan kursi roda oleh jemaah. Pernyataan itu kemudian memantik kritik dari warganet karena lansia merupakan kelompok yang justru membutuhkan pendampingan lebih sabar selama pelaksanaan umrah.

“Tua numpuk dulu harta, beli rumah, beli mobil, umrahnya tua, ternyata di sini pingsan, dikit-dikit kursi, dikit-dikit sakit,” sambungnya.

Peran Pembimbing Menjadi Perhatian

Perjalanan umrah dapat menuntut kesiapan fisik, terutama karena jemaah perlu mengikuti rangkaian kegiatan di lokasi yang ramai dan menjalani mobilitas cukup tinggi. Bagi jemaah lanjut usia atau mereka yang memiliki keterbatasan kesehatan, keberadaan kursi roda dan pendampingan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan serta kenyamanan selama beribadah.

Dalam konteks tersebut, muthowwif memegang peran yang lebih luas daripada sekadar menunjukkan arah atau mengatur perjalanan rombongan. Pembimbing juga diharapkan membantu jemaah memahami pelaksanaan ibadah, menjaga ketertiban, serta memberikan dukungan ketika ada peserta yang membutuhkan perhatian khusus.

Karena itu, video tersebut memunculkan perbincangan mengenai etika pelayanan bagi jemaah, khususnya kelompok lansia. Banyak pihak menilai bahwa keterbatasan fisik tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengurangi penghormatan kepada seseorang yang sedang menunaikan ibadah.

Wamenhaj Minta Dugaan Pelanggaran Etika Ditindaklanjuti

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, turut merespons video yang viral tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak terkait perlu menindaklanjuti dugaan pelanggaran etika oleh muthowwif itu, termasuk kemungkinan memasukkan yang bersangkutan ke daftar hitam apabila terbukti melanggar ketentuan dalam menjalankan tugasnya.

“Saya sudah sampaikan supaya ada blacklist terhadap yang bersangkutan apabila kemudian itu melanggar etika terkait dengan fungsi yang bersangkutan sebagai muthowwif yang seharusnya membimbing jemaah haji,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (28/9/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tugas pembimbing tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab moral dalam melayani jemaah. Sikap menghargai, kemampuan berkomunikasi, dan kesediaan membantu menjadi unsur penting, terutama saat menghadapi peserta ibadah dengan kebutuhan berbeda-beda.

Dahnil juga menekankan perlunya kesabaran dalam mendampingi jemaah. Kemampuan itu dinilai harus melekat dalam diri setiap muthowwif, mengingat pembimbing berhadapan dengan beragam kondisi peserta, mulai dari jemaah yang sehat hingga mereka yang membutuhkan alat bantu mobilitas.

“Jadi harusnya memang kesabaran itu adalah bagian hal yang penting. Kemudian fungsi-fungsi bimbingan itu harus ada di diri setiap muthowwif,” katanya.

Pemanggilan dan Klarifikasi Akan Dilakukan

Meski demikian, proses penanganan terhadap muthowwif tersebut belum langsung berujung pada sanksi. Dahnil menegaskan bahwa yang bersangkutan akan terlebih dahulu dipanggil untuk memberikan penjelasan. Keterangan dari pihak terkait akan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum langkah selanjutnya ditetapkan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa dugaan pelanggaran tetap akan diproses melalui klarifikasi. Setelah informasi dikumpulkan, sanksi dapat dijatuhkan sesuai hasil pemeriksaan dan pertimbangan yang berlaku.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi penyelenggara perjalanan ibadah dan para pembimbing agar pelayanan terhadap jemaah tetap mengedepankan penghormatan. Bagi lansia, perjalanan umrah dapat menjadi pengalaman spiritual yang sangat berarti. Dukungan yang manusiawi, komunikasi yang santun, serta bantuan yang memadai dapat membantu mereka menjalani ibadah dengan lebih tenang dan bermartabat.

Viralnya video tersebut juga memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap perlakuan kepada jemaah lansia. Harapannya, evaluasi terhadap etika pendampingan dapat memperkuat perlindungan dan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah, terutama mereka yang membutuhkan bantuan tambahan selama menjalankan ibadah.

Frequently Asked Questions

What is Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah?

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah matter?

Viral Pembimbing Umrah Diduga Hina Jemaah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *